TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pemkot Malang Sambut Positif Rencana Pengoperasian RS Darurat

Optimistis tingkat kesembuhan akan semakin tinggi 

Wali Kota Malang, Sutiaji turun langsung dalam sidak di tempat kepada pelanggar tak bermasker. IDN Times/ Alfi Ramadana

Malang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyambut positif langkah Pemprov Jatim untuk mengoperasikan RS Darurat Lapangan (RSDL) di Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes, Malang. Sejauh ini proyek yang ditangani langsung oleh pemprov itu akan disiapkan sebagai tempat isolasi bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan sedang. Hal itu juga sekaligus untuk meminimalisir klaster keluarga yang belakangan menjadi perhatian khusus dari pemerintah. 

1. Yakin bisa tingkatkan kesembuhan

Walikota Malang, Sutiaji saat melohat langsung proses rapid test di Pasar Induk Gadang. Dok/Humas Pemkot Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji menilai rencana Pemprov Jatim itu sangat positif. Terutama untuk mencegah penambahan kasus khusus dari klaster keluarga. Ia juga meyakini keberadaan RSDL bakal mempercepat penyembuhan pasien. Sekaligus juga bisa mengurangi kasus penyebaran lantaran tak ada lagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. 

"Sebenarnya ini memang permintaan kami dari awal, karena ada klaster keluarga yang cukup banyak. Untuk itu, keberadaan rumah sakit darurat ini bisa mempercepat proses penyembuhan pasien," ucap Sutiaji, Senin (21/9/2020).  

Baca Juga: Khofifah Siapkan RS Darurat di Malang, Operasional Tunggu Izin Menkes

2. Proses perizinan langsung ditangani Pemprov Jatim

Wali Kota Malang, Sutiaji memimpin langsung rapat koordinasi pembahasan aturan new normal. Dok/Humas Pemkot Malang

Orang nomor satu di Kota Malang itu menambahkan, untuk proses perizinan langsung ditangani oleh Pemprov Jatim. Saat ini Pemprov Jatim sedang berkoordinasi dengan Kemenkes selaku pihak yang menaungi Poltekes Kemenkes Malang.

Kapasitas yang tersedia direncanakan sebanyak 200 bed. Tidak hanya warga Kota Malang, warga dari luar Malang juga bisa dirawat dan diisolai di RSDL.

"Kami ini hanya nempati saja. Fungsinya nanti seperti safe house. Tetapi memang untuk menggunakan tempatnya harus izin ke Kementerian Kesehatan dulu," tambahnya. 

3. Kota Malang sudah miliki dua tempat isolasi

Pemberian bansos atas pengawasan Kemendagri dan KPK. Dok/ Pemkot Malang

Sebelumnya, Kota Malang sudah memiliki dua tempat untuk isolasi selain RS rujukan. Dua lokasi isolasi itu berada di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Namun, dua tempat isolasi tersebut hanya memiliki kapasitas masing-masing 75 bed dan 50 bed saja. Untuk itu, keberadaan RSDL sangat diperlukan untuk menambah opsi tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19. 

"Saat ini kebijakan isolasi mandiri tidak diperbolehkan lagi untuk mencegah klaster keluarga," sambungnya.

Baca Juga: Sudah Rawat 419 Pasien, Kesembuhan RSDL Indrapura 100 Persen

Verified Writer

Alfi Ramadana

Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pemikiran

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya