TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Polisi Tangkap Tiga Perusuh yang Berlindung di Ambulans PMI

Polda Metro akui salah soal ambulans yang diduga pasok batu

Dir Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Jakarta, IDN Times - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan, pihaknya telah menangkap tiga orang perusuh yang berlindung di Ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI), pada Rabu (25/9) kemarin.

Ketiganya merupakan masyarakat sipil dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka juga berasal dari Jakarta.

"Ada tiga orang. Pertama inisial AN, kemudian RL dan YG. Dimana, ketiga orang ini seolah-olah berlindung di balik mobil ambulans. Ketiganya diamankan sedang membawa batu di saku celananya," katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (26/9).

1. Tiga tersangka melempar batu ke arah aparat

IDN Times/Axel Jo Harianja

Suyudi mengatakan, tiga tersangka itu melempar batu ke arah anggota Brimob saat di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Melihat hal itu anggota kepolisian segera mengamankan mereka.

"Ketiganya kita arahkan ke pasal 170, 406, 212, dan 218 ancaman pidananya di atas lima tahun (penjara)," ujarnya.

2. Peristiwa itu menjadi bahan evaluasi

IDN Times/Dir Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto (Axel Jo Harianja)

Akun media sosial milik Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya mengunggah sebuah video yang menyebut bahwa ada lima ambulans berlogo Pemprov DKI Jakarta yang diduga membawa batu dan bensin. Saat ini unggahan tersebut telah dihapus dari Twitter namun masih bisa dilihat di Facebook dan Twitter resmi milik TMC Polda Metro Jaya.

Peristiwa itu, kata Suyudi, akan dijadikan evaluasi baik bagi pihak kepolisian, maupun Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Ini juga masukan buat Dinas Kesehatan. Kalau misalnya ingin melayani seseorang harus lihat-lihat dulu. Jangan sampai orang yang dilayani ini tidak kelihatan sakit, tapi membawa alat-alat kejahatan. Bahkan mungkin ada batu, bom molotov seperti ini," ungkap Suyudi.

Baca Juga: Polda Metro Akui Salah Soal Ambulans yang Diduga Pasok Batu dan Bensin

3. Polda Metro akui salah soal ambulans yang diduga pasok batu dan bensin

IDN Times/Axel Jo Harianja

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono megungkapkan bahwa, anggota Brimob dalam peristiwa itu sebelumnya dilempari batu oleh perusuh yang berada di lokasi yang tak jauh dari Gedung Parlemen. Perusuh itu mencari perlindungan dengan masuk ke mobil PMI.

"Jadi, anggapan dari Brimob (ambulans) ini diduga mobil yang digunakan untuk perusuh, tapi (ternyata) bukan. Tapi, perusuh masuk ke mobil untuk perlindungan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (26/9).

4. Polisi kedepannya akan tingkatkan koordinasi dengan pihak Dinkes DKI dan PMI

IDN Times/Axel Jo Harianja

Menilik peristiwa itu, lanjut Argo, polisi kedepannya akan meningkatkan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan juga PMI.

"Jadi, nanti kita punya fungsi masing-masing untuk kegiatan operasi, sehingga terlaksana dengan baik," jelas Argo.

"Jangan sampai diviralkan yang tidak pas, yang miring, kita dipecah. Kita tetap satu, bergandengan tangan," sambungnya

Argo mengatakan, Polisi sebelumnya mengamankan sekitar enam mobil ambulans yang terdiri lima mobil milik PMI dan satu mobil milik pihak Dinkes DKI.

"Kita menyerahkan mobil ambulans kepada PMI dan Dinas Kesehatan DKI. Kita serahkan dengan perangkatnya artinya dengan krunya. Tapi nanti kalau mau dimintai keterangan sebagai saksi, mereka sudah siap," ujar Argo.

Baca Juga: Begini Kronologi Ambulans Diduga Bawa Batu Saat Kerusuhan Versi PMI

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya