TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ngeri, Epidemiolog Sebut Mayoritas Kalangan Ini Penderita Cacar Monyet

WHO rilis cacar monyet jadi darurat kesehatan global

ilustrasi cacar monyet (cbnc.com)

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah cacar monyet dalam darurat kesehatan global yang menyebar ke 75 negara.

Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengungkapkan kasus ini menginfeksi semua kelompok usia, namun mayoritas mewabah pada kelompok tertentu.

"Kasusnya mayoritas terjadi pada kelompok laki-laki suka laki-laki atau gay, ini tentu harus dipahami, bukan karena penyakit kalangan (gay) tetapi klusternya ada di situ," ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (26/7/2022).

Baca Juga: Cegah Cacar Monyet, Uni Eropa Izinkan Penggunaan Vaksin Imvanex

1. Kelompok risiko yang terinfeksi cacar monyet

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman. (dok. Pribadi/Dicky Budiman)

Dicky menjelaskan klaster tersebut terjadi adanya hubungan seksual yang tidak sehat dan bergonta-ganti pasangan.

"Ini yang dominan terjadi walaupun beberapa sedikit laporan kasus ini terjadi pada wanita dan anak, tetapi saat ini yang berisiko adalah kelompok yang memiliki pasangan berganti-ganti, para pengguna atau penjaja seks komersial dan juga kliennya," katanya.

2. Penularan karena adanya kontak erat

ilustrasi cacar monyet (who.int)

Dicky menegaskan penularan cacar monyet bukan berarti karena spermanya, namun adanya kontak erat atau intim.

"Prinsipnya ketika kontak jika ada luka kan kulitnya atau berciuman karena ada luka di bibirnya, mulutnya atau luka kelaminnya membuat dia terpapar, kontak skin to skin, ini yang harus dipahami," kata dia.

Baca Juga: WHO Tetapkan Cacar Monyet Sebagai Darurat Kesehatan Global

3. Kelompok berisiko sebaiknya segera vaksin monkeypox

Ilustrasi vaksin COVID-19 untuk disuntikkan ke penerima vaksin. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Dicky mengimbau komunikasi risiko pada kelompok ini harus segera dibangun, agar diberikan literasi supaya segera dilakukan vaksinasi cacar monyet.

"Mereka yang memiliki risiko kontak dua atau minggu terakhir dengan penjaja seks atau hubungan sejenis, dengan beberapa laki-laki yang tidak dikenal masuk kondisi yang sangat besar risikonya, sehingga harus divaksinasi monkeypox selain dicari ini kasus kontaknya," kata dia.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya