TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

69 WNI Diamond Princess Baru Dipindahkan ke Pulau Sebaru Hari Ini

Cuaca buruk atau karena masih ada satu ABK yang diteliti?

Foto aerial WNI ABK World Dream berjalan setibanya di Pulau Sebaru Kecil untuk menjalani observasi di Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (28/2/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta, IDN Times - Rencana pemindahan 69 warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) Diamond Princess dan 10 kru pendamping dari KRI dr Suharso-990 ke lokasi observasi di Pulau Sebaru Kecil, batal dilaksanakan pada Rabu (4/3). Proses pemindahan tak bisa dilakukan karena terhalang cuaca buruk.

"Jika cuaca sudah baik, direncanakan Kamis (5/3) sekitar pukul 10.00 WIB," kata Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Laksamana Madya Yudo Margono saat dihubungi di Kepulauan Seribu, Jakarta, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Cottage Hingga Karaoke, Begini Fasilitas Observasi WNI di Pulau Sebaru

1. Satu sampel dari ABK Diamond Princess masih perlu penelitian lanjutan

Evakuasi WNI ABK Diamond Princess di Jepang (KBRI Tokyo)

Yudo menjelaskan, alasan lain penundaan pemindahan tersebut karena masih ada satu sampel dari ABK Diamond Princess yang perlu penelitian lanjutan.

Sebelumnya rencana pemindahan 69 ABK dijadwalkan pada Rabu sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, menurut pengalaman sejumlah wartawan media nasional yang melintasi perairan Pulau Sebaru pada Rabu malam, sekitar pukul 21.00 WIB, ketinggian gelombang laut hingga dua meter.

Selain gelombang tinggi, angin kencang dan cuaca berawan juga menyelimuti perairan Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Kepulauan Seribu, Rabu malam, berawan dengan kecepatan angin 40 kilometer per jam dari arah barat daya. Sementara ketinggian gelombang antara 1,25 meter hingga 2,50 meter.

2. Seorang ABK sempat mengeluh batuk beberapa hari lalu

Evakuasi WNI ABK Diamond Princess di Jepang (KBRI Tokyo)

Juru Bicara untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, salah satu ABK Diamond Princess berpotensi belum diturunkan dari KRI Soeharso. Penyebabnya, ABK tersebut sempat mengeluh batuk beberapa hari lalu.

"Oleh karena itu kita akan ambil lagi spesimennya. Kalau yang lainnya tidak, aman," jelas Yurianto dalam jumpa pers di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Yuri mengatakan, sejauh ini belum ada ABK yang ditemukan punya keluhan terkait gejala virus corona seperti panas. Pemerintah, rencananya akan menurunkan ABK secara bertahap.

"Hanya memang namanya di kapal senyaman-nyamannya masih lebih nyaman di pulau," jelasnya.

Baca Juga: [FOTO] Kondisi Sebaru Kecil, Pulau Milik Tomy Winata untuk Observasi

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya