TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Tokoh yang Sukses Membangun Dinasti Politik di Indonesia

Dinasti politik tidak hanya di pusat tapi juga di daerah

instagram.com/annisayudhoyono

Jakarta, IDN Times - Munculnya nama Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko “Jokowi” Widodo dalam bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo, mengingatkan kita kembali pada kejayaan sejumlah tokoh Tanah Air dalam membangun dinasti politik.

Seperti seorang raja yang ingin kekuasaannya diteruskan oleh anak keturunan atau keluarga, para politikus itu pun berupaya membangun dinasti agar cita-cita, harapan, dan bahkan kekuasaan diteruskan oleh keluarga mereka. 

Di Indonesia, dinasti politik tampaknya akan tetap terpelihara karena Mahkamah Konstitusi (MK) telah melegalkan pencalonan kepala daerah dari keluarga petahana. Aturan itu tertuang dalam Pasal 7 huruf r Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Tak heran jika akhirnya banyak dinasti politik muncul di Indonesia. Berikut deretan dinasti politik yang ada di Indonesia saat ini.

Baca Juga: Megawati dan SBY Gandeng Wapres Masing-masing ke Pelantikan Jokowi

1. Amien Rais melalui Partai Amanat Nasional

IDN Times/Irfan Fathurohman

Meski namanya sudah tidak ada dalam susunan pengurus partai, pengaruh Amien Rais sebagai pendiri dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) masih kuat.

Pengaruh dan kekuatan Amien di PAN tidak akan luntur, karena kini anak-anaknya meneruskan kiprahnya, dengan menjadi kader dan pengurus PAN. Tidak hanya satu orang, bahkan keempat anak Amien terjun ke dunia politik.

Pada Pemilu 2019 April lalu, anak keempat Amien, Ahmad Baihaqy Rais, mencoba keberuntungan dengan menjadi calon anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan nomor urut 2.

Anak sulung Amien, Mumtaz Rais, juga sama. Mumtaz maju di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VI untuk memperebutkan kursi DPR RI. Begitu juga anak perempuan Amien, Hanum Salsabiela Rais, juga bertarung di Dapil Jawa Tengah VI untukursi DPR RI.

Tak hanya itu, anak kedua Amien, Ahmad Hanafi Rais juga kembali maju nyaleg pada Pileg 2019 untuk Dapil DIY, demi mempertahankan kursi di DPR RI. Hanafi saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

2. Megawati Soekarnoputri melalui PDI Perjuangan

IDN Times/Margith Juita Damanik

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga tidak menghentikan jejaknya di dunia politik. Putri Presiden ke-1 RI Sukarno itu meneruskan roda politiknya pada kedua anaknya.

Puan Maharani, anak pertama Megawati bersama Taufik Kiemas berhasil menjabat Ketua Fraksi PDIP di DPR RI setelah memenangkan Pileg 2012.

Selama dua tahun, Puan dikenal sebagai anggota Komisi IV DPR hingga akhirnya mundur dari legislatif, karena terpilih menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) di Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Pada Pemilu 2019, Puan kembali maju ke kursi DPR RI melalui PDIP dan bertarung di Dapil Jawa Tengah. Kini dia menjabat sebagai ketua DPR.

Berbeda dengan Puan, anak laki-laki Megawati, Muhammad Prananda Prabowo menolak maju Pileg 2019. Prananda hanya menjabat Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PDIP periode 2015-2020. Prananda belakangan dikenal sebagai musisi band rock.

Megawati telah berkuasa di Indonesia sebagai Presiden ke-4 RI selama tiga tahun, 2001-2004. Ia mencatat sejarah baru Indonesia karena menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia.

3. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Partai Demokrat

instagram.com/@aniyudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY juga mulai menunjukkan trah politiknya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Setelah berhenti dari militer, SBY terjun ke dunia politik dengan memenangkan Pilpres 2004 dan 2009.

Dua putra SBY mendadak terkenal ketika sang bapak pensiun dari pemerintahan. Bahkan, anak sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berani mengambil risiko mundur dari militer, setelah 15 tahun bertugas.

AHY pernah meraih Adhi Makayasa pada 2000 di Akademi Militer (Akmil) dan resmi mundur dari militer pada September 2016. Ia mempertaruhkan karier militernya, demi menjalankan petuah sang ayah untuk bertarung dalam bursa Pilkada DKI Jakarta 2017.

Namun, pertarungan perdana AHY di Pilkada DKI 2007, yang saat itu dia bersanding dengan birokrat Pemprov DKI Jakarta, Sylviana Murni, gagal pada putaran pertama. 

Jauh sebelum AHY terjun ke politik, anak kedua SBY Edhie Baskoro Yudhoyono telah lebih dulu menggeluti dunia politik. Edhie merupakan anggota DPR setelah sukses memenangkan Pileg 2009. Tahun ini, Ibas, sapaan Edhie Baskoro Yudhoyono, kembali nyaleg untuk daerah pemilihan yang sama, yakni Dapil Jawa Timur VII.

4. Dinasti Ratu Atut di Banten

ANTARA FOTO

Siapa yang tak kenal mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah? Ia dikenal luas setelah berhasil meraih gelar gubernur perempuan pertama di Indonesia. Awal mula kekuasaan Atut sejak Gubernur Banten periode 2001-2006, Djoko Munandar, tersandung masalah hukum.

Munandar tersandung kasus korupsi dan resmi diberhentikan per Oktober 2005. Atut pun tak lama resmi dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten.

Perjalanan Atut tak mulus, meski ia berhasil meraup suara pada Pilkada Banten 2006 dan Pilkada Banten 2011, ia dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ditetapkan sebagai tersangka pada 2013.

Lika-liku Atut tidak membuat dinasti politik selesai di Banten. Sejak menjadi orang nomor satu di Banten, satu per satu anggota keluarga besarnya masuk ke politik praktis.

Diawali kemunculan Airin Rachmi Diany, adik ipar Atut, dalam Pilkada Kabupaten Tangerang 2008. Istri Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang tak lain adalah adik Atut, juga menjadi calon wakil bupati mendampingi Jazuli Juwaini dari PKS. Namun, pasangan ini dikalahkan pasangan petahana, Ismet Iskandar-Rano Karno.

Pada tahun yang sama, adik tiri Atut, Tubagus Haerul Jaman, maju sebagai calon wakil wali kota Serang berpasangan dengan mantan Bupati Serang Bunyamin dan menang.

Tetapi, Kurang dari tiga tahun berkuasa, 1 Maret 2011, Bunyamin meninggal dunia. Jaman lalu diangkat menjadi Wali Kota Serang. Saat Pilkada Kota Serang 2013, ia kembali mencalonkan diri dan menang.

Pada 2010, adik Atut, Ratu Tatu Chasanah, juga mengikuti Pilkada Kabupaten Serang. Ia terpilih jadi Wakil Bupati Serang 2010-2015 mendampingi Taufik Nuriman.

Airin yang gagal di Pilkada Kabupaten Tangerang mencoba peruntungan pada Pilkada Kota Tangerang Selatan 2010. Airin yang berpasangan dengan Benyamin Davnie terpilih sebagai Wali Kota Tangerang Selatan 2011-2015.

Ibu tiri Atut, Heryani, juga tak ketinggalan. Ia terpilih menjadi Wakil Bupati Pandeglang pada Pilkada 2011 mendampingi Erwan Kurtubi. Pada tahun yang sama, Atut kembali mencalonkan diri sebagai gubernur Banten didampingi Rano Karno dan menang.

Bahkan, jejak dinasti Ratu Atut juga berada di luar eksekutif. Pada 2009, suami Atut, Hikmat Tomet, terpilih sebagai anggota DPR.

Terakhir, anak Atut, Andika Hazmury juga tercatat berhasil masuk jadi anggota DPD perwakilan Banten, dan menantu Atut, Adde Rosi Khairunnisa, jadi anggota DPRD Kota Serang.

Baca Juga: Terpilih Jadi Menteri Pertanian, Ini Rekam Jejak Syahrul Yasin Limpo

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya