TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Mahfud MD Sebut Koruptor Gak Takut Penjara, Tapi Dimiskinkan!

Kalau cuma dipenjara, keluarganya masih hidup enak

Menkopolhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers usai acara silaturahmi bersama para tokoh di Sumut, Kamis (3/7) malam. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menilai koruptor saat ini tidak takut dipenjara, tapi dimiskinkan. Hal ini ia ungkapkan ketika memberi paparan dalam acara Kick Off G20 Anti-Corruption Working Group, Jumat (4/3/2022).

"Yang ditakuti koruptor itu sebenarnya bukan penjara, tapi kemiskinan. Seolah-olah penjara tidak menjadi soal bagi mereka asal dompetnya masih tebal, anak dan istri masih hidup enak, masih bisa jalan-jalan ke luar negeri," ujarnya.

Baca Juga: Mahfud MD: Indonesia Jalankan Reformasi, Tapi Korupsinya Makin Tinggi

1. Mahfud ungkap adanya modus pemindahan aset korupsi ke luar negeri

Ilustrasi koruptor. (IDN Times/Sukma Shakti)

Mahfud juga menyampaikan bahwa ada modus pemindahan aset hasil korupsi ke luar negeri. Hal ini agar koruptor tak terendus oleh aparat penegak hukum.

"Laporan PPATK menyebutkan masih banyak ditemukan modus pemindahan aset dari hasil korupsi ke luar negeri. Aset itu kemudian hanya diambil sesuai dengan kebutuhan komersial pelaku kejahatan sejarah pribadi," ujar Mahfud.

2. Temuan PPATK harus ditindaklanjuti di berbagai forum

Menkopolhukam RI, Mahfud MD (Twitter.com/mohmahfudmd)

Menurutnya, temuan ini harus segera ditindaklanjuti. Hal itu perlu dibahas secara regional, nasional, bahkan forum internasional seperti G20.

"Upaya tersebut diharapkan dapat mendeteksi modus-modus penyembunyian aset seperti modus transaksi dagang internasional, modus penyelundupan uang tunai, modus perdagangan saham, dan sebagainya," ujarnya.

Baca Juga: Mahfud: Korupsi di Indonesia Cukup Parah Dibandingkan Negara G20 Lain

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya