TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Rahayu Saraswati akan Taat Jika Diminta Gerindra Jadi Cawagub DKI

Sara bilang, terserah partai

Instagram/@rahayusaraswati

Jakarta, IDN Times - Politikus Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo akan menaati dan menghormati keputusan partainya andai ditunjuk menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Namun, ia akan mempertimbangkan lebih dulu.

"Saya angkat soal keluarga karena tentunya restu dari mereka penting, dan doa karena posisi ini bukanlah kepercayaan Kepercayaan ataupun tanggung jawab yang ringan," ungkapnya.

Baca Juga: Tuding Ada Politik Uang di Pilwagub DKI, Rian Ernest Dilaporkan  

1. Politikus partai Demokrat usulkan Sara jadi Wagub DKI

Instagram.com / ferdinand_hutahaean

Sebelumnya, politikus partai Demokrat Ferdinand Hutahaean turut mengutarakan sosok yang pantas mengisi kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang tengah lowong hingga saat ini. Melalui cuitan di akun Twitternya, Ferdinand mengungkapkan bahwa ia mendukung Anggota DPR RI 2014-2019 dari partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Menanggapi itu, Sara menghargai serta berterima kasih pada Ferdinand karena mendukungnya menjadi pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, menurutnya semua itu merupakan wewenang partai.

"Tapi sekali lagi ini di luar kendali saya karena itu milik pimpinan partai," ujar Sara ketika dihubungi wartawan.

Baca Juga: Mendagri: Pemilihan Wagub DKI Kuncinya Ada di Partai Pengusung

2. Pemilihan cawagub DKI molor

IDN Times/Gregorius Aryodamar P

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bestari Barus, memastikan pelaksanaan rapat paripurna DPRD untuk memilih wakil gubernur DKI Jakarta molor dari jadwal sebelumnya.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta itu menjelaskan, ada banyak tahapan yang harus dilalui untuk sampai pada tahap pemilihan wagub DKI. Mulai dari rapat paripurna pengesahan tata tertib pemilihan, penetapan panlih sekaligus penetapan tata tertib.

"Baru setelah itu bekerja, memverifikasi, menetapkan calon, baru mengagendakan paripurna pemilihan," jelasnya. 

Baca Juga: Soal Wagub DKI Pengganti Sandiaga, Anies: Jangan Tahun Depan Dong!

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya