TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Profil Edhy Prabowo, Tangan Kanan Prabowo Subianto yang Ditangkap KPK

Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK dini hari tadi

IDN Times/Irfan fathurohman

Jakarta, IDN Times - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari. Kabar ini dibenarkan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango.

"Benar kita telah mengamankan sejumlah orang pada malam dan dini hari tadi. Maaf selebihnya nanti saja, saya masih dalam perjalanan ke kantor," kata Nawawi saat dikonfirmasi, Rabu (25/11/2020).

Edhy diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin ekspor benih lobster.

Edhy sebelumnya merupakan Wakil Ketua Partai Gerindra. Namanya resmi diumumkan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan Susi Pudjiastuti pada Kabinet Kerja jilid II, pada Rabu 23 Oktober 2019.

Edhy sempat disebut-sebut akan menduduki Menteri Pertanian (Mentan) menggantikan Amran Sulaiman.

Bagaimana rekam jejak Edhy Prabowo? Berikut profil salah satu tangan kanan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tersebut.

Baca Juga: Ditangkap KPK, Berapa Kekayaan Menteri KKP Edhy Prabowo? 

Baca Juga: Sandi dan Fadli Zon Tolak Kursi Menteri, Dahnil: Mungkin Edhy Prabowo

1. Atlet pencak silat nasional

IDN Times/Rangga Erfizal

Pria kelahiran Sumatra Selatan, 24 Desember 1972 ini dulunya merupakan atlet pencak silat nasional. Setelah bertemu Prabowo, Edhy juga diminta untuk belajar silat setiap akhir pekan di Batujajar, Bandung.

Ia pernah berjaya di event Pekan Olahraga Nasional (PON) dan mengikuti kejuaraan tingkat mancanegara. Edhy juga diketahui masih aktif mengurus perguruan silat Satria Muda Indonesia.

2. Karier militer singkat dan pertemuan dengan Prabowo

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Edhy pernah menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR dan Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI periode 2014-2019. Ia memulai kariernya dengan menjadi anggota Akabri di Magelang, Jawa Tengah pada 1991. Namun karier militernya hanya bertahan dua tahun. Edhy dikeluarkan karena terkena sanksi dari kesatuan.

Ia lantas merantau ke Jakarta dan bertemu Prabowo Subianto di salah satu acara pesta di bilangan Pantai Ancol. Kala itu Prabowo masih berpangkat Letkol dan menjabat Dangrup III TNI AD.

Prabowo menyekolahkan Edhy dan temannya yang merantau ke Jakarta. Ia mengambil ilmu pendidikan Fakultas Ekonomi Universitas Moestopo pada 1997 dan melanjutkan studi Magister Manajemen di Swiss German University, Serpong pada 2004.

3. Sukses di bidang bisnis

IDN Times/Rangga Erfizal

Gagal di militer, Edhy termasuk yang sukses di bisnis. Dengan keilmuannya di bidang ekonomi dan manajemen, ia menjabat berbagai posisi di beberapa perusahaan.

  • Ketua di Koperasi Swadesi Indonesia (2009-2015)
  • Ketua Percepatan Pengadaan Log PT Kertas Nusantara (2007-2009)
  • Komisaris PT Kiani Lestari (2007-2015)
  • Direktur Utama PT Garuda Security Nusantara (2005-2015)
  • Direktur PT Alas Helau (2004-2015)
  • Direktur Utama PT Tusam Hutani Lestari (2004-2015)
  • Komisaris PT Swadesi Dharma Nusantara (2000-2004)
  • Asisten Direktur Utama PT Nusantara Energi (1998-2004)

Baca Juga: Diisukan Jadi Menteri Pertanian, Edhy Prabowo: Kita Juga Tahu Diri

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya