TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ketua DPRD Pertanyakan Kenapa Anies Mau Jual Saham Perusahaan Bir

Prasetyo tolak keinginan Anies jual sahan PT Delta Djakarta

Ilustrasi Minuman Beralkohol (IDN Times/Arief Rahmat)

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi bertanya-tanya mengapa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI
Jakarta menggebu-gebu ingin menjual kepemilikan saham di perusahaan bir PT Delta Djakarta.

Dia mengatakan ini bukan terkait keuntungan atau kerugian PT Delta Djakarta yang dikelola DKI Jakarta. Dia merasa bingung mengapa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswean ingin menjual saham PT Delta Djakarta.

"Bukan masalah itu (untung rugi). Kan gak ada salahnya. Kita tidak pernah menyuntikkan dana ke PT Delta. Ini ada apa? Ada apa orang yang menggebu-gebu untuk menjual PT Delta," ujar Prasetyo pada awak media, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: MUI Apresiasi Jokowi Cabut Lampiran Perpres Investasi Miras

1. PT Delta Djakarta dibentuk untuk pantau peredaran bir

IDN Times/Gregorius Aryodamar P

Prasetyo menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta turut serta dalam pengelolaan PT Delta Djakarta karena pemerintah pusat memberi wewenang.

Pemerintah berusaha untuk mengukur sebaran peredaran bir di masyarakat hingga ke tingkat RT dan RW.

"Minumnya itu sejauh mana sih, kan bahaya ini liar," kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa permasalahan saham perusahaan bir PT Delta Djakarta ini bukan dilihat dari permasalahan agama baik hal atau tidak halal. Dia berharap agar hal itu tidak dibawa ke ranah tersebut.

"Jadi gak ada alasan, bukan masalah, sekali lagi bukan masalah agama halal tidak halal. Jangan dimasukan ke ranah itu,” ujarnya.

2. PT Delta Djakarta dinilai tak bermasalah

Ilustrasi Minuman Beralkohol (IDN Times/Arief Rahmat)

Prasetyo mengatakan bahwa PT Delta Djakarta tidak pernah mendapat hibah dari pemerintah daerah. Justru PT Delta Djakarta memberikan dividen pada Pemprov DKI Jakarta.

Dia mengatakan bahwa seharusnya badan usaha milik daerah (BUMD) yang tak mampu berikan keuntungan bisa dijual, namun kasus PT Delta Djakarta ini berbeda, karena mereka justru beri keuntungan bagi Pemprov.

"Salahnya apa? kalau ada kebijakan eksekutif kayak gitu (menjual saham), mana BUMD-BUMD yang tidak mampu, itu dicabut. Ini (PT Delta Djakarta) gak ada masalahnya," ujarnya.

Baca Juga: Tak Kunjung Dilepas, Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir Bertambah?

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya