TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pelajar SMA Asal Mataram Meninggal di Gunung Rinjani

Selama 2017 ada tiga pendaki meninggal

lomokita.com

Jakarta, IDN Times - Pelajar SMAN 7 Mataram bernama Fahrurrozi meninggal dunia dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (21/4), sekitar pukul 13.15 Wita.

Baca juga: Anak Gunung Rinjani Erupsi, Ini Kondisi Terakhir yang Harus Kamu Ketahui!

1. Korban meninggal diduga karena kelelahan

ayokelombok.com

Kepala Resort Sembalun Balai Taman Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Taufikurrahman mengatakan, pelajar berusia 19 tahun itu meninggal diduga akibat kelelahan dan keram kaki disertai muntah darah dan kejang-kejang.

"Jenazah korban sudah dipulangkan ke rumah duka di Kelurahan Punia Saba, Kota Mataram, pada Sabtu (21/4), sekitar pukul 17.30 Wita. Namun, kondisinya sempat diperiksa oleh dokter yang kebetulan berada di pos dua pendakian," kata Taufikurrahman seperti dilansir antaranews.com, Minggu (22/4).

2. Korban mendaki Rinjani bersama tujuh temannya

lomokita.com

Pelajar yang tinggal menunggu pengumuman kelulusan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) itu, mendaki Rinjani bersama tujuh rekannya, yakni Andre Yani, Zulkifli, Aldi, Zail, Ilham, Gilang, dan Wiwin. Mereka berangkat melalui Sembalun (Bawak Nao), Kabupaten Lombok Timur, sejak 18 April 2018, dengan program pendakian tiga malam.

Dari informasi yang diperoleh dari rekan korban, kata Taufikurrahman, ketika tiba di antara pos dua dan tiga pendakian--yang berjarak sekitar lima kilometer dari pintu masuk pendakian Sembalun, korban tiba-tiba mengalami keram disertai menggigil.

Petugas yang berada di Pos Pelawangan dan pos dua kemudian memberikan informasi ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), melalui Resort Sembalun.

"Kami langsung mengirimkan dokter dan perawat untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban, yang sudah berada di pos dua pendakian. Namun, korban tidak bisa tertolong," ujar Taufikurrahman.

Jenazah korban kemudian dibawa turun ke Sembalun oleh tim dari BNTGR, bersama TNI AD dan anggota Polsek Sembalun, serta Edelweis Medical Help Center (EMHC), melalui Bawak Nao.

Baca juga: Tak Punya Waktu Mendaki Rinjani? Bukit Pergasingan Bisa Jadi Alternatif lho!

 

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya