TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Dicatut dalam Kampanye CELUP, Ini Tanggapan Pemkot Surabaya

Tugas kuliah yang bikin heboh

Instagram/CELUP

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota Surabaya meminta kejelasan kepada Universitas Pembangunan Nasional  Veteran Jatim (UPNVJ) atas pencatutan logo Pemkot Surabaya dalam brosur kampanye gerakan Cekrek, Lapor, dan Upload (CELUP) baru-baru ini. Dalam poster dan pamflet kampanye gerakan tersebut, terdapat logo pemerintah kota Surabaya dan beberapa media serta sponsor yang ditulis sebagai media partner. Pemkot Surabaya pun menyayangkan terjadinya hal itu. 

"Tidak ada kerjasama dengan kami (pemkot). Tapi saya sampaikan untuk penggunaan logo pemkot harus ada izin dan komunikasi, tidak serta merta," ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser dalam sambungan telepon dengan IDN Times, Rabu (27/12). 

1. Sudah sampaikan minta maaf secara lisan

Instagram/CELUP

Fikser mengaku, pihaknya telah meminta klarifikasi langsung. Menurutnya, pihak universitas tersebut telah meminta maaf secara lisan. Sedangkan untuk permohonan maaf secara terbuka akan dilakukan besok. 

Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang dosen yang menolak disebutkan namanya. "Besok pagi kita lakukan konfirmasi ulang terkait beberapa media yang disebut," ujarnya ketika dihubungi IDN Times, Rabu (27/12). Namun, dia menolak membeberkan lebih lanjut tentang peristiwa ini.

2. Catut beberapa nama media

Twitter/detikcom

Selain logo pemerintah kota Surabaya, dalam poster tersebut, juga dicantumkan beberapa logo pihak lain. Tercatat logo dari tiga media massa serta tiga sponsor ikut terpampang dalam poster tersebut. 

3. Hanya tugas kuliah 

Instagram/CELUP

Kampanye Cekrek, Lapor, Upload (CELUP) sendiri adalah gerakan inisiatif mahasiswa yang mengampanyekan kegiatan anti susila di kalangan anak muda Surabaya itu. 

Berangkat dari kegelisahan melihat anak muda berpacaran hingga bertindak asusila di muka umum, beberapa mahasiswa melakukan kampanye untuk mengajak masyarakat peka atas tindak asusila di sekitarnya. Kampanye ini juga merupakan bagian dari tugas kuliah mereka.

Para partisipan CELUP yang sudah terdaftar, diajak untuk  memotret, melaporkan, dan mengunggah foto maupun video yang diduga bermuatan asusila di kota pahlawan

Topik:

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya