TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Diberi Skor D oleh BEM UI, Luhut: John Kerry Saja Puji Keberhasilan RI

BEM UI nilai RI tak serius atasi dampak perubahan iklim

Menko Marves Luhut Pandjaitan bertemu dengan eks Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake ketika bertemu di Washington DC (Dokumentasi Kemenko Marves)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, menanggapi rapor merah yang diberikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI). Mereka memberikan rapor merah kepada Luhut lantaran mantan Kepala Staf Presiden (KSP) itu dinilai berkontribusi terhadap memburuknya situasi lingkungan di Tanah Air. Apalagi, Luhut turut membawahi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dipimpin Siti Nurbaya Bakar. 

BEM UI mencatat Indonesia tidak memenuhi komitmennya untuk membatasi kenaikan suhu bumi 1,5 derajat celcius. Data justru menunjukkan kenaikan suhu di Indonesia masih berkisar 3-4 derajat celcius. 

"Ini jelas bertentangan dengan perjanjian iklim yang diteken di Paris, yang membatasi kenaikan suhu sebesar 1,5 derajat celcius pada 2015 silam," tulis BEM UI dalam rapornya untuk Luhut. 

Bahkan, mereka memberikan skor D untuk Luhut. Bak sistem perkuliahan di kampus, nilai D berarti tidak lulus tetapi masih diberikan kesempatan mengulangi di semester selanjutnya. 

Luhut pun mengaku tidak mempermasalahkan apapun komentar BEM UI. Semua pihak bisa berkomentar dan berpendapat di negeri demokrasi ini. 

"Ada yang terbiasa melihat gelas setengah kosong dan ada yang melihat gelas setengah penuh. Ada yang negatif dan berpikir positif," kata Luhut yang disampaikan melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi, saat dihubungi IDN Times melalui pesan pendek, Jumat (22/10/2021). 

Tetapi, dalam pandangan Luhut, pemerintah serius dalam upaya mengendalikan perubahan iklim. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki hutan hujan tropis yang luas. 

"Maka, sudah menjadi kepentingan nasional Indonesia untuk menanggulangi perubahan iklim," ujar dia. 

Apa bukti Indonesia serius dalam upaya menanggulangi perubahan iklim seperti yang dijanjikan dalam pertemuan di Paris?

Baca Juga: Rapor BEM UI untuk 2 Tahun Jokowi: 6 Menteri Dapat Skor E, 3 Lainnya D

1. Luhut klaim sudah terjadi penurunan kebakaran hutan 82 persen

Ilustrasi kebakaran hutan (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Luhut menjelaskan sudah banyak contoh bentuk keseriusan Indonesia dalam upaya menanggulangi dampak perubahan iklim. Dalam laju deforestasi atau penggundulan hutan, kata dia, Indonesia telah turun ke level terendah dalam 20 tahun terakhir. 

"Ini semua bisa dicapai melalui langkah-langka kebijakan, pemberdayaan dan penegakan hukum yang konsisten," kata Luhut. 

Kebakaran hutan pun, kata dia, sudah menurun drastis. Angka penurunannya mencapai 82 persen. Kini pun sudah tidak ada lagi asap kebakaran hutan Indonesia mampir ke negara tetangga. Menurut Luhut, beberapa wilayah seperti Amerika Serikat, Australia, dan Eropa justru meningkat besar soal kebakaran hutan. 

"Pencegahan konversi hutan alam dan lahan gambut pun sudah mencapai 66 juta hektare" tutur Luhut. 

2. Komitmen Indonesia cegah deforestasi dipuji eks Menlu AS John Kerry

Utusan Khusus Presiden Joe Biden untuk isu perubahan iklim John Kerry (www.instagram.com/@siti.nurbayabakar)

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, justru upaya Indonesia untuk mencegah deforestasi diakui eks Menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang kini menjadi utusan khusus perubahan iklim, John Kerry. Dia menyebut di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Indonesia memberlakukan moratorium hutan primer dan gambut pada 5 Agustus 2019. 

"Dan saya tahu betapa besarnya upaya Indonesia untuk menghasilkan kontribusi besar di Glasgow. Bahkan, antara 2019 hingga 2020, Indonesia berhasil menurunkan tingkat deforestasi ke tingkat terendah dalam 20 tahun terakhir," ujar Kerry dalam video yang diunggah ke akun Instagram Menteri Siti. 

"Gagasan-gagasan baru akan dilaksanakan untuk mengembalikan ratusan ribu hektare hutan bakau di empat tahun ke depan," kata Kerry. 

Melihat pujian yang disampaikan Kerry, Luhut pun mengajak semua pihak untuk memainkan perannya dalam menanggulangi perubahan iklim. Pemuda pun, kata Luhut perlu menjadi bagian dari solusi. 

"Pemuda itu kan memiliki karakter idealis, inovatif, dan positif. Jangan lah jadi pemuda-pemuda pesimistis," tutur Luhut. 

Baca Juga: Catatan KontraS 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf: Warga Makin Takut Bersuara

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya