TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Luhut: Kenaikan Kasus COVID-19 Jawa-Bali Bersumber dari Jabodetabek

Aplikasi PeduliLindungi mengerem lonjakan COVID-19 

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (ANTARA/HO-Kemenko Kemaritiman dan Investasi)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kenaikan kasus COVID-19 saat ini bersumber dari Jabodetabek. Luhut menyebut pemerintah selalu menggunakan data untuk menganalisa dan memprediksi kemungkinan hal yang akan terjadi di depan.

“Berdasarkan data yang kami himpun, kasus di Jawa-Bali mendominasi kasus harian yang naik. Kenaikan di Jawa-Bali kami identifikasi masih bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek,” ujar Luhut dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Kasus COVID-19 Naik, Luhut: PPKM Darurat Belum Akan Diterapkan

1. Luhut: Transmisi lokal di RI lebih mendominasi daripada kasus PPLN

Warga mengenakan masker saat melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Kemenkes memprediksi puncak penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron akan terjadi pada awal atau pertengahan Februari 2022 (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Selain itu, Luhut menuturkan kasus yang disebabkan oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sudah berada di bawah 10 persen dari total kasus nasional.

“Dari sini dapat disimpulkan bahwa transmisi lokal yang terjadi di Indonesia sudah lebih mendominasi dibanding waktu sebelumnya,” kata Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini.

2. Luhut sebut Omicron berpotensi meningkatkan jumlah perawatan di rumah sakit dalam waktu dekat

Luhut Binsar Pandjaitan. (maritim.go.id)

Presiden Joko “Jokowi” Widodo, lanjut Luhut, berpesan kepada jajarannya agar setiap langkah yang diambil terkait pandemik ini harus selalu tepat dan terukur. Sehingga, tambah dia, pemerintah selalu menggunakan data untuk menganalisa dan memprediksi kemungkinan yang terjadi.

Luhut menuturkan, varian Omicron memberikan risiko perawatan dan juga tingkat kematian yang cukup rendah. Namun, kecepatan infeksi Omicron yang tinggi membuat jumlah kasus harian semakin meningkat.

“Kecepatan varian ini untuk menginfeksilah yang menyebabkan jumlah kasus harian meningkat tajam dan berpotensi untuk meningkatkan jumlah perawatan di rumah sakit dalam waktu dekat, sehingga mengancam sistem fasilitas perawatan rumah sakit,” ucap Luhut.

Baca Juga: Menantu Luhut, Mayjen Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya