TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ini Pesan Aa Gym kepada Cawapres Ulama

Duh kalau politisi ngomongnya seperti ini, adem negeri ini.

Instagram.com./aagym

Surabaya, IDN Times- Pendakwah sekaligus pengasuh Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar, berpesan kepada seluruh masyarakat untuk mengedepankan prasangka baik kepada hasil Ijtima ulama.

Terlepas daripada dukungannya, apakah mendukung Joko 'Jokowi' Widodo dua periode atau mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden 2019-2024. 

"Ini harus didengungkan di negeri ini. Jadi kalau dengar Ijtima ulama, semua husnuzon, semuanya berprasangka baik. Apakah ulama ini mendukung pasangan calon ini atau mendukung pasangan calon itu," katanya dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One, Selasa (7/8). 

1. Ulama harus menjadi sopir

Instagram/@ustadzabdulsomad

Menanggapi rekomendasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, yaitu Abdul Somad dan Salim Segaf Al Jufri, sebagai bakal calon pendamping Prabowo Subianto, pria kelahiran 1962 itu meminta supaya mereka dan ulama lainnya memiliki peran penting. Bukan hanya sebagai figur yang mendongkrak elektabilitas kemudian ditinggalkan. 

"Ulama ini adalah bagian nyata dari bernegara. Sejarahnya jelas. Yang penting adalah ulama jangan dipakai untuk mendorong mobil, kalau mobilnya sudah maju, ditinggal itu ulama. Ini yang saya gak setuju. Ulama harus jadi sopir, jadi harus berani mengingatkan 'pak sopir, ini salah'. Kalau gak nurut, saya gak mau satu mobil. Makanya harus benar-benar yang memiliki leadership yang bagus," papar dia. 

2. Ulama adalah fondasi bangsa

IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Kepada para penguasa atau politisi, Aa Gym mengingatkan peran penting ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sinergisitas antara ulama dan penguasa adalah kunci membangun bangsa. 

"Ulama ini fondasi (bangsa) dan penguasa adalah penjaganya. Itu sudah paket yang sangat bagus," ujarnya. 

Baca Juga: Zulkifli Hasan Bertemu Jokowi di Istana, Ini Tanggapan Gerindra

3. Ulama harus memberikan yang terbaik

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Selanjutnya, keterlibatan ulama dalam kontestasi Pilpres 2019 adalah sarana bagi setiap pasangan calon untuk mempersiapkan timnya sebaik mungkin. 

"Kita harus memahami Pilpres sebagai perlombaan. Sehingga prosesnya bagaimana mempersiapkan dengan yang terbaik. Bagaimana idenya, timnya, konsepnya, harus yang terbaik. Jadi kalau dikatakan Prabowo ada Ustaz Abdul Somad dan Pak Salim, kita prasangka saja kalau ini upaya memberikan tim yang terbaik. Juga begitu kalau ada ulama di tim Jokowi," kata Aa Gym. 

Baca Juga: Putri Amien Rais Menangis, Berharap Somad Jadi Cawapres Prabowo

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya