TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Elite Partai Buruh datangi KPU, Ingatkan Pemilu Bersih Mulai Pudar

Partai Buruh ingatkan kembali soal asas jurdil

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal (IDN Times/Yosafat)

Jakarta, IDN Times - Sejumlah petinggi Partai Buruh mendatangi langsung Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2022). Dalam kunjungan itu, Partai Buruh meminta kepada KPU untuk segera mengampanyekan pemilu berasaskan jujur dan adil.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan KPU sebagai lembaga wadah pemilu di Indonesia bisa bersikap adil tanpa pandang bulu, baik ke partai besar maupun ke partai kecil.

"Kami menginginkan agar KPU menjalankan asas jujur dan adil, perlakuan yang sama, baik terhadap partai di parlemen, non-parlemen, dan partai kecil," kata Iqbal, Kamis.

Baca Juga: Sudah Ada Partai Buruh, Apakah Buruh Tetap Turun ke Jalan untuk Demo? 

1. Pemilu harus bersih dan anti-politik uang

Ilustrasi Pemilu (IDN Times/Arief Rahmat)

Iqbal menekankan agar KPU segera mengampanyekan secara masif pemilu bersih dan anti-politik uang. Semangat itu sendiri merupakan wujud reformasi setelah Orde Baru pada era pemerintahan Soeharto yang dinilai kian memudar.

"Karena waktu zaman Orde Baru saja, pemilu bersih jadi jargon utama, hari ini mulai memudar. Kami minta pemilu harus bersih, tolak politik uang, jujur, dan adil," ujar dia.

Baca Juga: Menakar Peluang Partai Buruh Naik Parlemen 

2. Partai yang terindikasi politik uang harus didiskualifikasi

Ilustrasi bendera partai politik (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Iqbal mengingatkan apabila nantinya ada partai yang terang-terangan melakukan praktik politik uang, KPU harus berani mendiskualifikasinya dari panggung politik pada 2024. Dia menegaskan aturan itu juga berlaku untuk Partai Buruh.

"Kalau ada partai yang melakukan politik uang, termasuk Partai Buruh, KPU harus berani diskualifikasi dan jangan takut," kata dia.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya