TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pengangguran Tinggi, KAMMI Usul Jokowi dan DPR Revisi UU Kepemudaan

Sebagai persiapan menghadapi Indonesia Emas 2045

(dok. PP KAMMI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Zaky Ahmad Riva'i mengusulkan agar Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) segera merevisi Undang-Undang Kepemudaan.

Usulan itu terkait dengan pertimbangan, tingginya angka pengangguran serta mempersiapkan bonus demografi dalam menunjang potensi Indonesia Generasi Emas 2045.

"Kami mengusulkan presiden dan DPR untuk merevisi UU Kepemudaan dengan menetapkan anggaran hingga 10 persen untuk pembinaan pemuda," kata dia dalam acara Milad PP KAMMI ke-25 di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Jakarta, Minggu (2/4/2023).

Baca Juga: Kritik BEM soal UU Ciptaker Dinilai Tidak Pengaruhi Elektabilitas Puan

Baca Juga: BEM UI Bocorkan Mahasiswa Gelar Demo Besar Tolak Ciptaker 6 April

1. KAMMI soroti tingginya angka pengangguran

ilustrasi pencari kerja (IDN Times/Aditya Pratama)

Berdasarkan rilis Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2022, mencatat sebanyak 68,82 juta jiwa penduduk Indonesia masuk kategori pemuda. 

"Angka tersebut porsinya mencapai 24 persen dari total penduduk," tutur dia.

Kendati begitu, angka pengangguran kelompok pemuda juga masih cukup tinggi. Berdasarkan data BPS, lebih dari 59 persen pengangguran di Indonesia berusia muda. BPS juga mencatat jumlah pengangguran dalam rentang usia tersebut mencapai 4,98 juta jiwa per Februari 2022.

"Padahal, pemuda diharapkan menjadi penopang masyarakat usia non produktif yang mampu memberikan solusi mengurai permasalahan ekonomi masyarakat," tutur dia.

Baca Juga: Tagih Janji Kampanye Bobby, Demo Mahasiswa KAMMI Berakhir Ricuh 

2. Masalah anak muda jadi tantangan serius pemerintah

Mahasiswa Gen Z menghadiri acara IDN Times (IDN Times/Aryodamar)

Zaky lantas menjelaskan potensi bonus demografi yang menjadi kesempatan strategis bangsa Indonesia dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas SDM usia produktif.

"Bonus demografi menjadi kesempatan stategis bangsa Indonesia melakukan percepatan pembangunan dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) berusia produktif yang melimpah," tutur dia.

Oleh sebah itu, kata Zaky, persoalan pemuda menjadi tantangan yang serius bagi pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar pemerintah lebih memperhatikan pembangunan pemuda di Indonesia.

Sebab, jika pemerintah tidak memberikan perhatian kepada generasi muda, bukan tidak mungkin potensi yang ada justru hanya akan menjadi beban negara. Maka dari itu, Zaky menekankan keseriusan pemerintah dalam upaya pembangunan SDM pemuda sesuai amanat Undang-Undangan Kepemudaan. 

"Pemuda sejatinya juga bisa mendorong untuk kemajuan pembangunan. Sebaliknya, pemuda juga bisa menjadi beban negara apabila juga dibiarkan serta tidak terfasilitasi dengan baik oleh Pemerintah," ucap dia.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya