Comscore Tracker

Nakes di RSAM Bukittingi Kian Kewalahan Hadapi Lonjakan COVID-19   

Tiga dokter spesialis positif covid-19

Padang, IDN Times - Pergerakan angka kasus positif Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 di Sumatra Barat, kian melonjak. Data sementara yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumbar, Sabtu (15/8/2020) terdapat penambahan kasus baru sebanyak 37 kasus.

Penambahan terbanyak di Kota Padang 27 orang, Kota Bukittinggi empat orang, Kabupaten Tanah Datar empat orang dan Kota Sawahlunto dua orang. Total warga Sumbar yang terpapar COVID-19 sampai hari ini sebanyak 1.299 orang.

Kota Bukittinggi yang selama ini kondisi grafik COVID-19 nya sudah melandai, sejak Dua pekan terakhir juga kembali mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Saat ini, di rumah sakit rujukan COVID-19  Dr Achmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi (RSAM) Bukittinggi ada sebanyak 15 pasien, satu di antaranya dirawat di ruang isolasi menggunakan ventilator. Ke-15 pasien tersebut, ditangani oleh tim dokter spesialis ditambah 14 perawat yang khusus diterjunkan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 di rumah sakit itu. 

“Jumlah pasien yang masuk beberapa hari terakhir ini kian bertambah. Sekarang ada 15 pasien, salah satunya dalam ventilator. Dengan kondisi ini, kian meningkatnya jumlah pasien, kita tim medis mulai kewalahan,” kata Wakil Ketua Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittingg dr Deddy Hermani, Sabtu (15/8/2020).

1. Tiga dokter spesialis terkonfirmasi positif COVID-19

Nakes di RSAM Bukittingi Kian Kewalahan Hadapi Lonjakan COVID-19   Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020) (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Baca Juga: Waspada! Ada 76 Ribu Orang Berstatus Suspek COVID-19 di Indonesia

Menurut dr Deddy Herman, meningkatnya jumlah pasien yang masuk ke RSAM Bukittinggi saat ini, cukup membuat kewalahan tenaga kesehatan yang bertugas. Seluruh pasien ditangani oleh tim dokter dan 14 perawat yang dibagi dalam tiga shif dengan jam kerja pershif sebanyak delapan jam.

Kondisi di RSAM malah kini kian rumit. Sebab tiga orang dokter spesialis, sejak tiga hari lalu sudah mengikuti protokol penanganan COVID-19 lantaran dinyatakan positif terpapar COVID-19.

“Ada tiga dokter spesialis kita terkonfirmasi positif COVID-19. Gelaja ringan dan saat ini mereka isolasi. Kami sangat berharap, masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Jaga diri agar tidak terpapar. Kalau terpapar, tidak hanya berdampak terhadap keluarga dan masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal. Namun juga kita, sebagai tenaga kesehatan ”ujar dr Deddy Herman. 

2. Nakes harus disiplin

Nakes di RSAM Bukittingi Kian Kewalahan Hadapi Lonjakan COVID-19   Ilustrasi Tenaga Medis di tengah Pandemik COVID-19 (Instagram.com/rscm.official)

Mengingat sudah banyak tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 bahkan berujung pada kematian, dr Deddy Herman mengimbau kepada seluruh Nakes yang bertugas untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol penanganan COVID-19.

Karena fakta di lapangan, juga banyak ditemukan beberapa Nakes tidak menjalani protokol dengan benar saat bertugas. Jika itu dibiarkan, maka jumlah Nakes yang terpapar akan semakin banyak.

"Karena ada yang menganggap situasi sudah normal. Ada keteledoran. Para dokter dan perawat sudah sewajibnya harus tetap menerapkan protokol penanganan dengan benar," tegas dr Deddy Herman.

 

3. Harus menimbang kuota pasien

Nakes di RSAM Bukittingi Kian Kewalahan Hadapi Lonjakan COVID-19   pexels.com/Andrea Piacquadio

Untuk menghindari terjadinya penumpukan pasien, dr Deddy Herman juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan terutama yang menjadi rujukan COVID-19, harus menimbang kuota pasien yang berobat. Selain itu, seluruh layanan harus dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku.

Seluruh tenaga kesehatan, harus melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD) sebagai bentuk antisipasi penyebaran. Karena, sekarang banyak pasien yang tidak jujur yang kemudian berimbas kepada tenaga kesehatan.

"Ada pasien yang tidak jujur dengan riwayat kesehatannya. Ternyata, pasien tersebut positif dan sudah terjadi kontak dengan tim medis. Ini harus kita antisipasi sedini mungkin,” kata dr Deddy Herman. 

Baca Juga: Virus COVID-19 Menular Lewat Udara, Ketua Tim Pakar COVID-19 Tanya WHO

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya