Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggota Wantimpres Dinilai Gemuk, Pratikno: Kaya Pengalaman
Mantan Menko PMK, Pratikno hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Jakarta, IDN Times - Pada era Presiden Prabowo Subianto, jumlah anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 26 orang. Padahal, pada periode sebelumnya, hanya 9 orang.

Sebanyak 26 anggota Wantimpres dinilai terlalu banyak alias gemuk. Ketua Wantimpres, Pratikno, mengatakan, 26 Wantimpres merupakan orang-orang yang kaya pengalaman.

"Ya, kami akan berusaha semaksimal mungkin justru ini adalah keanggotaan yang paling kaya, ya, paling kaya dalam artian kekayaan variasi pengalaman dan pengetahuan yang bervariasi," ujar Pratikno di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

1. Bisa jadi lebih komperhensif pertimbangan ke Presiden

Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Pratikno dan Hatta Rajasa (dok. Sekretariat Presiden)

Menurut Prasetyo, dengan banyaknya pikiran dan pengalaman yang dimiliki anggota Wantimpres pertimbangan yang disampaikan ke Presiden Prabowo bisa lebih komperhensif.

"Jadi kita harapkan justru akan menjadi lebih komprehensif, lebih utuh gitu, bukan hanya pengetahuan dan pengalaman tapi juga kearifan dari masing-masing anggota," ujar dia.

2. Bisa serap harapan publik lebih banyak

Ketua Majelis Penasihat Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara itu, Wakil Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa, mengatakan, 26 anggota Wantimpres bisa menyerap lebih banyak harapan masyarakat sehingga pertimbangan yang disampaikan ke Presiden bisa lebih berkualitas.

"Gak, gak, gak juga (gemuk), kita harus harapan publik juga kita bisa betul-betul bisa memberikan nasihat dan pertimbangan yang berkualitas kepada Bapak Presiden agar betul-betul kita bisa membantu presiden jadi ini kan di bawah Presiden. Jadi, gak lah kalau sampai sulit mengambil keputusan, gak begitu. Kawan-kawan ini adalah semua sangat berpengalaman di berbagai bidang, jadi, ya, bismillah," kata Hatta.

3. Bagaimana cara mengambil keputusannya?

Ketua Majelis Penasihat Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Saat ditanya untuk pengambilan keputusan saat mengelola pikiran 26 anggota Wantimpres, Hatta mengaku sudah ada mekanisme tang diatur.

"Ya, kan ada mekanisme didalam pengambilan keputusan dan segala macam itu sudah diatur juga di dalam peraturan, ada ya," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article