Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anies Disambut Tradisi Potong Pantan Saat Tiba di Pontianak
Capres nomor urut satu, Anies Baswedan disambut dengan tradisi potong pantan saat tiba di Pontianak, Kalimantan Barat. (dok. Timnas AMIN)

Jakarta, IDN Times - Capres nomor urut 1, Anies Baswedan berkampanye di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (26/12/2023).

Anies tiba di Bandar Udara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sekitar pukul 08.10 WIB. Setibanya di Bandara, Anies disambut dengan Prosesi Adat Potong Pantan atau potong tebu yang turut diramaikan ratusan masyarakat sekitar.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Pontianak, Adam mengatakan, prosesi itu juga disebut sebagai ritual memutus atau mematahkan rintangan dan bahaya yang akan dilalui seseorang.

"Sambutan untuk Pak Anies ini diharapkan semoga perjalanan Pak Anies ke depannya sukses. Segala rintangan di depannya bisa diputuskan," kata dia.

1. Anies langsung blusukan ke Pasar Flamboyan

Capres nomor urut satu Anies Baswedan tiba di Pontianak, Kalimantan Barat untuk berkampanye. (dok. Timnas AMIN)

Mengawali kampanye di Pontianak, Anies langsung blusukan ke Pasar Flamboyan. Ia menyapa para pedagang pasar untuk menyerap aspirasi. 

Anies mendengar keluhan para pedagang dan pembeli khususnya dari para penjual ayam, cabe, dan beras. 

"Yang menjadi keluhan pedagang ayam itu adalah sekarang harga ayam terlalu mahal. Untuk modal ayam sekarang ini Rp33.500 sementara kita menjualnya hanya Rp34.000," kata seorang pedagang ayam, Ramli.

Pedagang yang telah menjual ayam selama 20 tahun itu mengatakan tingginya harga ayam sudah sering kali membuat konsumen mengeluh.

"Kita dari pedagang saja harga ayam sudah mahal, apalagi buat pembeli. Kita sehari biasa kita menjual 80 ekor, sekarang 50 ekor saja tidak bisa habis karena pembeli juga merasa berat," tuturnya. 

"Jadi kita mohon, dari Pak Anies jika berhasil menjadi presiden, kita minta harga stabil karena ayam ini memang terlalu mahal, bahkan konsumen sudah mulai tidak mampu," ucapnya.

2. Anies sebut daya beli masyarakat rendah

Capres nomor urut satu, Anies Baswedan disambut dengan tradisi potong pantan saat tiba di Pontianak, Kalimantan Barat. (dok. Timnas AMIN)

Dalam kesempatan tersebut, Anies banyak berinteraksi dengan para pedagang maupun pembeli di salah satu pasar terbesar di Kalimantan Barat.

“Kami di Pasar Flamboyan Pontianak berjumpa dengan para pedagang antusiasmenya luar biasa, hampir semua perlunya perubahan, karena harga-harga yang meningkat luar biasa, sehingga membuat omset mereka menurun akibat penjualannya yang juga menurun,” kata dia.

“ini juga yang kami temukan di berbagai kota ketika datang ke pasar hampir selalu keluhannya sama, yaitu mahal dan daya beli masyarakat rendah, sehingga pasar lesu,” katanya.

3. Anies siapkan program bantuan bagi pedagang pasar

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan menegaskan para koruptor harus dimiskinkan. (IDN Times/Amir Faisol)

Anies dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin berkomitmen meningkatkan daya beli masyarakat. Mereka juga berkomitmen meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan pemerataan sehingga masyarakat yang ekonominya masih rendah pun merasakan pertumbuhan.

Anies menyiapkan program dukungan bagi para pedagang pasar sehingga para pedagang mengalami peningkatan pendapatan, melalui bantuan modal, subsidi lapak hingga berbagai pelatihan. 

“Kami ada program untuk pasar, jadi progran ini adalah memberikan bantuan, dukungan kepada pedagang pasar, kami berharap mereka membentuk koperasi lalu diberikan bantuan permodalan, nah dengan adanya koperasi mereka akan mendapatkan bantuan permodalan,” kata dia.

"Kemudian yang kedua kita akan berikan subsidi untuk lapak. Supaya beban mereka menjadi berkurang, lalu ketiga pelatihan-pelatihan supaya lapak menjadi lebih baik, dan kita memang ada program peningkatan kualitas pasar supaya pasar tradisional itu sehat, bersih, nyaman,” kata Eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Editorial Team

Related Article