Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama sejumlah lembaga lainnya mulai mengimplementasikan penyemaian dry ice atau es kering lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan. Uji coba pertama sudah dilakukan pada pekan lalu di Sumatra Selatan. Kini penggunaannya akan dilakukan semakin massif untuk membantu pemadaman karhutla.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca, Tri Handoko Seto menjelaskan, OMC dengan es kering diklaim mampu membantu mengurai kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Teknik tersebut menargetkan lapisan inversi atmosfer yang menahan asap di dekat permukaan. Terutama ketika awan potensial untuk penyemaian hujan terbatas.
Dalam pandangan Tri, penyemaian es kering menjadi salah satu langkah taktis untuk mengatasi kondisi atmosfer yang menghambat penyebaran asap. Dalam kondisi tertentu, asap karhutla yang sangat pekat terjebak di lapisan atmosfer dekat permukaan hingga ketinggian 6.000 hingga 7.000 kaki. Bahkan, bisa lebih tinggi.
"Lapisan inversi bertindak seperti tutup yang menghambat pergerakan udara vertikal. Melalui penyemaian dry ice secara akurat dari pesawat di atas lapisan tersebut, kami berupaya menghilangkan tutup inversi ini," ujar Seto di dalam keterangan pada Rabu (21/10/2026).
Sublimasi es kering, kata Tri, memicu pendinginan dan penurunan suhu secara mendadak sehingga pintu aliran konveksi kembali terbuka. Asap kemudian dapat naik secara vertikal untuk terurai dan memperbesar peluang awan untuk tumbuh dan disemai.
