Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu JAKI, SuperApp Layanan Publik Andalan Pemprov DKI
Ilustrasi JAKI (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Aplikasi JAKI tengah disorot publik setelah terungkap adanya manipulasi respons aduan warga menggunakan teknologi kecerdasan buatan dalam sistem pelaporan digital Pemprov DKI Jakarta.
  • JAKI diluncurkan pada masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai bagian dari penguatan konsep smart city dan smart governance berbasis big data, IoT, serta cloud computing di Jakarta.
  • Aplikasi ini memiliki lebih dari 50 fitur yang mengintegrasikan 80 layanan Pemprov DKI, mencakup kanal aduan JakLapor, informasi JakWarta, pemantauan JakRespons, hingga akses pajak dan bantuan sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2017–2022

Aplikasi JAKI diluncurkan pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bagian dari penguatan konsep smart city dan smart governance di Jakarta.

kini

JAKI menjadi sorotan publik setelah terungkap adanya manipulasi respons aduan warga menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pelaporannya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Aplikasi JAKI (Jakarta Kini) menjadi sorotan setelah terungkap adanya manipulasi respons aduan warga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pelaporan digital milik Pemprov DKI Jakarta.
  • Who?
    Badan Layanan Umum Daerah Jakarta Smart City di bawah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta sebagai pengembang aplikasi JAKI.
  • Where?
    Peristiwa ini terjadi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengelola aplikasi JAKI sebagai platform layanan publik berbasis digital.
  • When?
    Kasus manipulasi respons aduan warga mencuat pada tahun 2024, sementara aplikasi JAKI pertama kali diluncurkan pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan periode 2017–2022.
  • Why?
    Sorotan muncul karena dugaan penggunaan rekayasa AI untuk memanipulasi tanggapan terhadap laporan masyarakat, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan keaslian sistem pelaporan publik.
  • How?
    Pemanfaatan teknologi AI diduga digunakan untuk menghasilkan respons otomatis terhadap aduan warga melalui fitur JakLapor dan JakRespons dalam ekosistem digital JAKI. Hingga saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada aplikasi namanya JAKI buat orang Jakarta. Aplikasi itu bisa dipakai buat lihat info, bayar pajak, cari WiFi gratis, dan lapor kalau ada jalan rusak atau banjir. Tapi sekarang banyak orang ngomongin JAKI karena katanya ada jawaban laporan warga yang dibuat pakai komputer pintar. Sekarang pemerintah lagi periksa hal itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesAplikasi JAKI (Jakarta Kini) tengah menjadi sorotan setelah terungkap adanya manipulasi respons aduan warga menggunakan rekayasa kecerdasan buatan (AI). Peristiwa ini memantik perhatian publik terhadap sistem pelaporan digital andalan Pemprov DKI Jakarta yang selama ini dikenal sebagai kanal resmi interaksi warga dengan pemerintah.

Aplikasi Jakarta Kini atau JAKI merupakan super-app Jakarta yang menyediakan layanan satu pintu untuk membantu keseharian warga. Dengan JAKI, Anda bisa menikmati fitur layanan dan informasi hingga melapor kondisi fasilitas umum serta layanan publik di Jakarta.

Aplikasi JAKI dikembangkan oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City yang berada di bawah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta.

Lalu apa itu JAKI yang saat ini tengah disorot?

1. JAKI diluncurkan masa kepemimpinan Anies Baswedan

Anies Baswedan saat mengunjungi UB. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

JAKI pertama kali diluncurkan pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022, Anies Baswedan, sebagai bagian dari fondasi penguatan konsep smart city dan smart governance di Jakarta.

JAKI diposisikan sebagai superapp yang memanfaatkan perkembangan big data, internet of things (IoT), dan cloud computing untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, terintegrasi, dan berbasis data.

2. JAKI miliki 50 fitur

Ilustrasi masyarakat menggunakan SuperApps Jakarta Kini (JAKI) (jakarta.go.id/pusatmedia)

Dalam pengembangannya, JAKI telah memiliki lebih dari 50 fitur lintas perangkat daerah dan membuka akses ke lebih dari 80 layanan Pemprov DKI.

Integrasi ini memanfaatkan teknologi big data, internet of things (IoT), dan cloud computing agar seluruh data laporan dan layanan tercatat dalam satu ekosistem digital.

3. Fitur-fitur unggulan JAKI

Ilustrasi masyarakat menggunakan SuperApps Jakarta Kini (JAKI) (jakarta.go.id/pusatmedia)

Selain sebagai kanal aduan, JAKI (Jakarta Kini) juga memuat sejumlah fitur unggulan yang terintegrasi langsung dengan layanan perangkat daerah. Di antaranya JakLapor sebagai kanal pengaduan warga yang langsung diteruskan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, JakWarta yang menyajikan informasi terkini seputar Pemprov DKI dari berbagai sumber resmi, serta JakRespons untuk memantau tindak lanjut laporan fasilitas umum dan layanan publik.

JAKI juga menghadirkan fitur berbasis kebutuhan harian warga seperti JakPangan untuk memantau harga dan ketersediaan pangan di Pasar Jaya, JakSurvei sebagai ruang umpan balik kinerja layanan pemerintah, serta JakPenda untuk mengakses informasi dan pembayaran pajak daerah seperti PKB, PBB, dan e-retribusi.

Selain itu tersedia JakWiFi untuk menemukan titik WiFi gratis Pemprov, Pantau Banjir untuk melihat lokasi genangan dan tinggi muka air sungai secara real time, serta Akun Digital Warga yang memungkinkan verifikasi NIK guna mengakses informasi bantuan sosial yang terpersonalisasi seperti KJP dan KJMU.

Editorial Team