Bukan Sekali! Pramono Bongkar Manipulasi Aduan JAKI Oleh PPSU Nakal

- Pramono Anung mengungkap manipulasi laporan warga di aplikasi JAKI oleh petugas PPSU yang menggunakan editan AI, dan kasus ini bukan pertama kali terjadi.
- Manipulasi berulang menunjukkan lemahnya kontrol pejabat setempat karena tanggung jawab penuh diserahkan kepada PPSU tanpa pengawasan memadai.
- Sebagai respons, Pramono mencopot lurah serta kasi terkait dan menegaskan akan memberi sanksi tegas bagi pelaku di seluruh wilayah Jakarta.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kasus manipulasi respon aduan laporan warga di JAKI terkait parkir liar di wilayah Kalisari, Jakarta Timur yang menggunakan editan kecerdasan buatan (AI) bukan kasus pertama kali.
"Tetapi kasus di Kalisari itu ternyata bukan kasus yang pertama kali. Dan yang melakukan adalah orang yang sama (PPSU)" ucap Pramono di Balai Kota, Kamis (9/5/2026).
1. Serahkan tanggung jawab ke PPSU

Menurut Pram manipulasi respon aduan yang lebih dari sekali ini menunjukkan kontrol yang tidak baik dari pejabat setempat yang menyerahkan semuanya pada Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau Pasukan Oranye.
"Adanya kontrol yang tidak baik itu apakah dari Lurah yang bertanggung jawab, Kasi Pemerintahan dan Kasi Ekonomi dan Pembangunan, menyerahkan sepenuhnya kepada PPSU," katanya
2. Lurah dan kasi dicopot

Pramono sudah mengidentifikasi petugas PPSU yang melakukan manipulasi aduan bahkan sudah menjatuhkan sanksi dengan mencopot lurah Kalisari.
"Lurahnya juga langsung kami copot termasuk Kasi-Kasinya. Kami memberikan hukuman yang akan dikeluarkan oleh Inspektorat karena ini adalah wajah Jakarta, ini adalah kepercayaan tentang Jakarta. Kami mengambil tindakan tegas dan untuk itu tidak boleh terulang kembali," ujarnya
3. Pramono akan ambil tindakan tegas

Tindakan tegas juga akan dilakukan Pramono terkait manipulasi respon aduan JAKI dengan waktu pengambilan gambar (timestamp) di Tendean, Jakarta Selatan.
"Pokoknya semua yang melakukan itu, mau di Jakarta Selatan maupun di Kalisari maupun di mana saja, kami mengambil tindakan tegas. Enggak ada kompromi untuk itu," ujarnya

















