Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asap Karhutla ke Jakarta, Kualitas Udara Buruk Tembus 17,4 Kali Batas WHO
Ilustrasi Polusi Udara Jakarta. (IDN Times/Chaesya Pricilla)
  • Kualitas udara Jakarta berada dalam kategori tidak sehat dengan AQI 173 dan PM2.5 sebesar 87 mikrogram per meter kubik.

  • Konsentrasi PM2.5 Jakarta tercatat 17,4 kali nilai panduan tahunan WHO.

  • BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla, tetapi citra satelit belum memastikan pencemaran di permukaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (16/10/2026)

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur melalui citra satelit Himawari-9. Guswanto menyatakan citra satelit belum memastikan tingkat pencemaran yang dihirup warga di permukaan.

Sabtu (17/10/2026) pukul 06.00

Data IQAir menunjukkan AQI Jakarta mencapai 173 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 87 mikrogram per meter kubik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kualitas udara Jakarta berada dalam kategori tidak sehat, dengan AQI 173 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 87 mikrogram per meter kubik.
  • Who?
    IQAir mencatat kualitas udara, sedangkan BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dan memberikan keterangan mengenai data kualitas udara.
  • Where?
    Sebaran asap karhutla terdeteksi di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
  • When?
    Data kualitas udara tercatat pada Sabtu (17/10/2026) pukul 06.00. Sebaran asap terdeteksi pada Jumat (16/10/2026).
  • Why?
    Kondisi ini menjadi perhatian karena konsentrasi PM2.5 Jakarta mencapai 17,4 kali nilai panduan tahunan WHO.
  • How?
    IQAir mengukur AQI dan PM2.5, sementara BMKG mendeteksi sebaran asap menggunakan citra satelit Himawari-9.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kualitas udara Jakarta sedang tidak sehat. IQAir menemukan banyak PM2.5 pada Sabtu pagi. BMKG juga melihat sebaran asap karhutla di beberapa daerah dari satelit. Asap di langit belum tentu berarti udara yang dihirup warga sudah tercemar. Warga disarankan memantau kualitas udara dan memakai masker saat keluar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketersediaan data AQI dan PM2.5 memberi gambaran terukur mengenai kondisi udara Jakarta. Keterangan BMKG juga membedakan antara sebaran asap di atmosfer dan polutan yang terhirup di permukaan. Informasi tersebut membantu masyarakat memahami risiko berdasarkan data kualitas udara, bukan hanya tampilan asap dari citra satelit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kualitas udara Jakarta berada dalam kategori tidak sehat dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 173 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 87 mikrogram per meter kubik pada Sabtu (17/10/2026) pukul 06.00, berdasarkan data IQAir. Konsentrasi tersebut perlu diwaspadai karena partikel halus PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

IQAir mencatat konsentrasi PM2.5 Jakarta mencapai 17,4 kali nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi ini menjadi perhatian setelah BMKG mendeteksi Jakarta berada dalam area sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur melalui citra satelit Himawari-9 pada Jumat (16/10/2026). Namun, keberadaan asap di atmosfer belum membuktikan peningkatan konsentrasi polutan yang dihirup masyarakat di permukaan.

1. AQI Jakarta masuk kategori tidak sehat

Asap karhutla terlihat di kawasan Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Data IQAir pada Sabtu (17/10/2026) pukul 06.00 menunjukkan AQI Jakarta berada di angka 173. Polutan utama yang tercatat adalah PM2.5 dengan konsentrasi 87 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut menunjukkan kualitas udara perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap dampak polusi.

2. Konsentrasi PM2.5 jauh di atas panduan WHO

Kondisi karhutla di Sekayu yang mendekati perumahan warga. (Dok. BPBD Muba)

IQAir mencatat konsentrasi PM2.5 di Jakarta mencapai 17,4 kali nilai panduan tahunan WHO. PM2.5 merupakan partikel halus berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat terhirup hingga bagian dalam sistem pernapasan.

3. BMKG minta warga memantau kualitas udara

Manggala Agni melakukan pemadaman Karhutla di Kalimantan (dok. Kemenhut)

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, mengatakan, citra satelit sebaran asap belum bisa memastikan tingkat pencemaran yang dihirup warga di permukaan.

"Yang paling menentukan risiko kesehatan adalah data kualitas udara (PM2.5/AQI) saat itu, bukan hanya citra satelit sebaran asap," ujar dia, Jumat (16/10/2026).

Dia juga menyarankan warga mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara tidak sehat dan menggunakan masker KN95, KF94, atau N95 jika harus beraktivitas di luar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article