Asap Karhutla Tiba di Jakarta, Pramono Siagakan Seluruh Rumah Sakit

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kualitas udara Jakarta memburuk dalam dua hingga tiga hari terakhir, tanpa menyalahkan pihak tertentu termasuk asap karhutla.
Pramono menyiagakan 367 fasilitas kesehatan, meliputi 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu, untuk menangani warga dengan gangguan pernapasan.
BMKG menyebut Jakarta terdeteksi berada dalam sebaran asap karhutla, tetapi citra satelit belum dapat menunjukkan langsung konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup warga.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui kualitas udara di Ibu Kota memburuk. Namun, Pramono enggan menyalahkan pihak mana pun terkait kondisi udara di Jakarta, termasuk asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
"Saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Memang sekarang ini dalam dua sampai tiga hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk," ucap Pramono di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/12/2026).
1. Siagakan 367 faskes di Jakarta

Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Irma Yudistirani) Untuk itu, Pramono memerintahkan seluruh fasilitas kesehatan terdiri dari 31 Rumah Sakit, 44 Puskesmas, sampai 292 puskesmas pembantu agar siaga memberikan layanan pada warga yang mengalami masalah pernafasan.
"Maka untuk itu, saya sudah memerintahkan kepada jajaran Dinkes, terutama rumah sakit dan juga puskesmas, pembantu puskesmas, untuk mereka bersiap diri, memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini," jelasnya.
2. Pramono tak ingin jadi pro dan kontra

Ilustrasi Polusi Udara Jakarta. (IDN Times/Chaesya Pricilla) Pramono sebenarnya ingin mengumumkan kondisi udara di Jakarta tiga hari lalu. Namun, dia tidak ingin pernyataan yang disampaikan malah menimbulkan pro dan kontra di tengah kondisi saat ini.
"Sebenarnya dari tiga hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa? Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik," ucapnya.
3. Asap karhutla masuk atmosfer Jakarta

Caption sebaran asap wilayah Indonesia/(dok BMKG) Sekretaris Utama (Sestama) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menegaskan citra satelit yang menunjukkan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah DKI Jakarta belum dapat menjadi acuan untuk memastikan tingkat pencemaran udara yang dihirup masyarakat.
"DKI Jakarta tercantum sebagai wilayah yang terdeteksi terdapat asap dan berada dalam area sebaran asap karhutla," ucap Guswanto saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).
Namun, menurut Guswanto, citra itu hanya memperlihatkan keberadaan dan sebaran asap di atmosfer, bukan secara langsung mengukur konsentrasi polutan di permukaan.
"Namun, ini hanya menunjukkan keberadaan/sebaran asap di atmosfer dan belum menunjukkan secara langsung tingkat konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup masyarakat," katanya.

















