Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asap Karhutla Masuk Atmosfer Jakarta, DLH Perkuat Pengendalian Emisi
Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
  • Asap karhutla terdeteksi di atmosfer Jakarta bersama Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur, namun belum membuktikan peningkatan polutan yang dihirup masyarakat di permukaan.
  • DLH DKI menjalankan strategi 2023–2030 dengan fokus memperkuat tata kelola, menekan emisi transportasi, serta mengurangi emisi industri dan sumber tidak bergerak.
  • Upaya mencakup penambahan pemantauan real-time, perluasan uji emisi dan CEMS industri, serta penyemprotan jalan saat udara memburuk; warga diimbau memakai masker dan membatasi aktivitas luar ruang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023–2030

Pemprov DKI menetapkan arah kebijakan pengendalian pencemaran udara melalui Strategi Pengendalian Pencemaran Udara.

Jumat (16/10/2026)

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla di atmosfer DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur melalui citra satelit Himawari-9.

Sabtu (17/10/2026)

DLH DKI Jakarta menyampaikan penguatan pemantauan kualitas udara, perluasan uji emisi, pengawasan industri, serta penyemprotan jalan saat kualitas udara memburuk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Asap kebakaran hutan dan lahan terdeteksi berada di atmosfer Jakarta, sementara DLH DKI Jakarta memperkuat langkah pengendalian pencemaran udara dan emisi.
  • Who?
    DLH DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, Kepala DLH Dudi Gardesi Asikin, BMKG, Dinas Gulkarmat, sektor transportasi, dan industri terlibat dalam pemantauan serta pengendalian emisi.
  • Where?
    Asap terdeteksi di atmosfer DKI Jakarta; BMKG juga mendeteksi sebarannya di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Pengendalian dilakukan di Jakarta.
  • When?
    BMKG mendeteksi sebaran asap melalui satelit Himawari-9 pada Jumat, 16 Oktober 2026. DLH menyampaikan langkah pengendalian pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
  • Why?
    Langkah pengendalian diperkuat di tengah memburuknya kualitas udara Jakarta dan adanya asap karhutla di atmosfer, untuk mengurangi emisi dari transportasi, industri, serta sumber lainnya.
  • How?
    DLH menambah SPKU real-time, memperluas uji emisi dan sanksi kendaraan, mewajibkan CEMS bagi industri berisiko tinggi, melakukan audit emisi, serta penyiraman dan penyemprotan jalan saat kualitas udara memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Asap dari kebakaran hutan masuk ke langit Jakarta. Udara Jakarta sedang kurang baik. Pak Dudi dari DLH bilang pemerintah memantau udara dan memeriksa asap kendaraan serta pabrik. Kalau udara makin buruk, jalan bisa disiram. Orang diminta memakai masker dan tidak lama-lama bermain di luar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah terdeteksinya asap karhutla di atmosfer, Jakarta telah memiliki kerangka pengendalian pencemaran udara hingga 2030 yang mencakup transportasi, industri, dan tata kelola. Pemantauan real-time yang dapat diakses publik, perluasan uji emisi, pengawasan industri, serta koordinasi lintas sektor menunjukkan respons yang terukur terhadap perubahan kualitas udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan telah berada di atmosfer Jakarta. Di tengah memburuknya kualitas udara Ibu Kota, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengandalkan sejumlah strategi untuk mengendalikan pencemaran udara.

Kepala DLH Provinsi DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan, Pemprov DKI telah menetapkan arah kebijakan pengendalian pencemaran udara periode 2023–2030 melalui Keputusan Gubernur Nomor 576 Tahun 2023 tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU).

"Strategi ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu penguatan tata kelola pengendalian pencemaran udara, pengurangan emisi dari sumber bergerak seperti sektor transportasi, serta pengurangan emisi dari sumber tidak bergerak seperti industri dan kegiatan lainnya," kata dia dalam keterangan, Sabtu (17/10/2026).

1. Perkuat pemantauan kualitas udara

Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) untuk memantau polusi udara di Rasuna Said/( IDN Times Dini Suciatiningrum)

Dudi mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat pemantauan kualitas udara secara real-time melalui penambahan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU).

"Masyarakat juga dapat mengakses informasi kualitas udara Jakarta melalui laman udara.jakarta.go.id," ujar dia.

2. DLH perluas uji emisi

17 truk pengangkut barang gagal uji emisi di kawasan industri JIEP. (Dok. DLH DKI)

Selain itu, DLH memperluas pelaksanaan dan pengawasan uji emisi kendaraan bermotor, termasuk penerapan sanksi bagi kendaraan yang tidak memenuhi baku mutu emisi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pengendalian emisi juga menyasar sektor industri. Industri berisiko tinggi diwajibkan memasang Continuous Emission Monitoring System (CEMS) agar emisinya dapat dipantau secara langsung oleh pemerintah. Audit emisi berkala turut dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan," kata dia.

3. Penyemprotan jalan jika kualitas udara memburuk

Polda Metro Jaya kerahkan 4 mobil water cannon semprot jalan protokol untuk atasi polusi udara Jakarta. (dok. Humas Polda Metro Jaya)

Ketika kualitas udara memburuk, Pemprov DKI juga melakukan penyiraman dan penyemprotan di jalan-jalan utama bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

DLH DKI Jakarta juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengevaluasi berbagai sumber emisi untuk meningkatkan efektivitas pengendalian pencemaran udara.

"Saat kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar ruang. Penyemprotan jalan secara berkala juga dapat dilakukan untuk membantu mengurangi debu yang berpotensi terangkat ke udara," kata dia.

Sebelumnya, BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur melalui citra satelit Himawari-9 pada Jumat (16/10/2026). Namun, keberadaan asap di atmosfer belum membuktikan peningkatan konsentrasi polutan yang dihirup masyarakat di permukaan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article