Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Malaysia Pilih Diplomasi, Bukan Jalur Hukum soal Kabut Asap RI

3 min read
Malaysia Pilih Diplomasi, Bukan Jalur Hukum soal Kabut Asap RI
Kabut asap di Malaysia imbas dari Karhutla Kalimantan. (AFP/Mohd Rasfan)
  • Malaysia belum berencana menempuh tindakan hukum atau mengirim nota diplomatik terkait kabut asap lintas batas dari Indonesia.

  • Pemerintah Malaysia tetap ingin membantu pemadaman kebakaran, tetapi kabut tebal menghambat akses tim bantuan dan operasi helikopter.

  • Malaysia akan mengajukan dokumen non-paper dalam pertemuan ASEAN untuk memperkuat kerja sama regional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Pemerintah Malaysia belum berencana mengirim nota diplomatik atau menempuh tindakan hukum terhadap Indonesia terkait kabut asap lintas batas. Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengatakan pemerintahnya memilih jalur diplomasi dan mekanisme ASEAN untuk mencari solusi bersama tanpa merusak hubungan bilateral.

Mohamad menyampaikan sikap tersebut kepada wartawan setelah menghadiri acara penyerahan bantuan di daerah pemilihan Rembau pada Kamis (15/10/2026). Menurut dia, persoalan sensitif dengan negara tetangga sebaiknya diselesaikan melalui pembicaraan antarpemimpin dan jalur regional.

“Kami belum sampai pada tahap itu. Mudah untuk berbicara tentang mengambil tindakan penegakan hukum, tetapi itu berarti kami siap memutus hubungan. Kami belum sampai pada titik tersebut, jadi tidak perlu mengirim nota diplomatik. Nota seperti itu merupakan pilihan terakhir,” kata Mohamad, seperti dilaporkan Bernama, Jumat (16/10/2026).

Meski memilih pendekatan diplomatik, Malaysia menyatakan tetap ingin membantu Indonesia memadamkan kebakaran yang memicu kabut asap. Pemerintah Malaysia juga berencana mengajukan dokumen non-paper dalam pertemuan pejabat senior dan menteri luar negeri ASEAN untuk memperkuat kerja sama regional.

  1. 1. Malaysia pilih pendekatan diplomatik

    Pertemuan Joint Commision Bilateral Cooperation (JCBC) antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan.
    Pertemuan Joint Commision Bilateral Cooperation (JCBC) antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Mohamad menegaskan keputusan untuk tidak mengambil langkah hukum atau mengirim nota diplomatik bukan berarti pemerintah Malaysia mengabaikan persoalan kabut asap. Pemerintah, kata dia, sedang menempuh pendekatan bertahap yang mempertimbangkan kepentingan serta kesehatan masyarakat Malaysia sekaligus menjaga hubungan dengan Indonesia.

    Ia mengatakan telah menginstruksikan sekretaris jenderal Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk membahas persoalan tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, rapat koordinasi akan digelar untuk membicarakan bentuk bantuan yang dapat diberikan Malaysia kepada Indonesia dalam penanganan kebakaran.

    “Pemerintah Indonesia sedang melakukan upaya terpadu untuk memadamkan kebakaran, tetapi tugas itu tidak mudah,” ujarnya.

    Pernyataan tersebut muncul setelah anggota parlemen Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, sebelumnya mengusulkan tekanan diplomatik dan finansial yang lebih keras terhadap Indonesia. Namun, sikap resmi yang disampaikan Mohamad menunjukkan pemerintah Malaysia saat ini lebih memilih penyelesaian melalui dialog dan koordinasi regional.

  2. 2. Kabut pekat hambat upaya pemadaman

    Kabut asap di Malaysia imbas dari Karhutla Kalimantan.
    Kabut asap di Malaysia imbas dari Karhutla Kalimantan. (AFP/Mohd Rasfan)

    Selain persoalan diplomatik, kondisi kabut asap juga disebut menghambat upaya pemadaman kebakaran. Mohamad mengatakan tim bantuan Jepang terpaksa menarik diri karena kesulitan mencapai lokasi kebakaran.

    Malaysia juga menghadapi kendala dalam mengerahkan helikopter untuk membantu operasi pemadaman. Menurut Mohamad, jarak pandang yang sangat terbatas membuat penerbangan berisiko.

    “Helikopter kami juga tidak bisa beroperasi karena kabut asap sangat tebal sehingga penerbangan akan berbahaya,” katanya.

    Ia menambahkan, jarak pandang di lokasi dilaporkan kurang dari 50 meter. Kondisi tersebut membuat operasi udara sulit dilakukan dengan aman.

    Hambatan ini memperlihatkan tantangan teknis dalam penanganan kebakaran yang memicu kabut asap lintas batas. Malaysia menyatakan siap membantu Indonesia, tetapi bentuk dan pelaksanaan bantuan tersebut masih perlu dikoordinasikan dengan otoritas terkait.

  3. 3. Malaysia bawa isu kabut asap ke ASEAN

    ilustrasi peta hotspot di beberapa wilayah Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
    ilustrasi peta hotspot di beberapa wilayah Indonesia, Singapura, dan Malaysia. (dok. ASEAN Specialized Meteorological Centre)

    Dalam perkembangan terkait, Malaysia akan mengajukan non-paper pada Pertemuan Pejabat Senior ASEAN dan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN. Langkah tersebut bertujuan memperkuat mekanisme regional untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas.

    Mohamad mengatakan usulan itu juga diarahkan agar masalah kabut asap dapat dibahas dalam kerangka penanganan bencana alam. Dengan begitu, negara-negara ASEAN diharapkan dapat memperkuat respons bersama dan kerja sama regional.

    Sebelumnya, media melaporkan Malaysia akan mengangkat persoalan kabut asap lintas batas dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN menjelang KTT ASEAN ke-49 di Manila, Filipina, pada November 2026.

    Pembahasan tersebut diharapkan menghasilkan mekanisme regional yang lebih efektif dalam menghadapi kabut asap yang berulang. Namun, pemerintah Malaysia menegaskan bahwa pendekatan yang ditempuh saat ini tetap mengutamakan diplomasi, koordinasi, dan upaya bersama untuk membantu Indonesia memadamkan kebakaran.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More