Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ASN Bekasi Diminta Belanja di Pasar Tradisional Sebulan Sekali
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta ASN Pemkot Bekasi berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional sebulan sekali melalui program Gebrak Pasar.
  • Program menyasar momentum tanggal muda agar belanja bulanan ASN turut meningkatkan aktivitas perdagangan dan perputaran ekonomi pedagang pasar tradisional.
  • Dengan asumsi 1.500 ASN berbelanja rata-rata Rp100 ribu, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp150 juta per hari; ASN wajib mengirim foto bukti belanja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kemarin

Pemkot Bekasi mengompakkan belanja rata-rata Rp100.000 per ASN dalam program Gebrak Pasar.

Senin (28/9/2026)

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta ASN Pemkot Bekasi berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional melalui program Gebrak Pasar.

setiap bulan di tanggal muda

ASN diajak memanfaatkan momentum tanggal muda untuk berbelanja bulanan di pasar tradisional.

nantinya

ASN peserta diminta mendokumentasikan dan mengirimkan struk belanja sebagai laporan kegiatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Wali Kota Bekasi meminta ASN Pemkot Bekasi berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional minimal sebulan sekali melalui program Gerakan Belanja Kembali ke Pasar atau Gebrak Pasar.
  • Who?
    Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengajak sekitar 1.500 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi mengikuti program tersebut. Pedagang pasar tradisional juga menjadi penerima dampak aktivitas belanja.
  • Where?
    Kegiatan menyasar pasar-pasar tradisional di wilayah Kota Bekasi, dengan peserta berasal dari lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
  • When?
    Permintaan disampaikan Tri Adhianto pada Senin, 28 September 2026. ASN diarahkan memanfaatkan periode tanggal muda setiap awal bulan untuk belanja bulanan.
  • Why?
    Program dijalankan untuk mendorong perputaran ekonomi dan meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional, sambil membantu ASN memenuhi kebutuhan rumah tangga.
  • How?
    ASN diminta berbelanja rata-rata Rp100 ribu dan menyimpan bukti transaksi. Struk atau hasil belanja difoto lalu dikirim melalui mekanisme pelaporan yang disiapkan Pemkot Bekasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meminta pegawai pemerintah belanja di pasar tradisional tiap awal bulan. Ini namanya Gebrak Pasar. Mereka diharapkan membeli kebutuhan rumah di sana. Kalau 1.500 pegawai belanja Rp100 ribu, uangnya bisa jadi Rp150 juta. Mereka harus foto struk belanja dan mengirimkannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program Gebrak Pasar memberi ruang bagi ASN Bekasi untuk memenuhi kebutuhan bulanan sambil menghidupkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Dengan potensi sekitar 1.500 ASN berbelanja pada awal bulan, peredaran uang diperkirakan mencapai Rp150 juta dalam sehari, sementara mekanisme bukti belanja membantu pelaksanaan program tetap terpantau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekasi, IDN Times - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional.

Tri mengatakan, permintaan tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Belanja Kembali ke Pasar atau Gebrak Pasar. Program ini diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

"Ya, jadi Gebrak Pasar, gerakan belanja kembali ke pasar, ya. Jadi kami inisiasi karena itu kan pada saat setiap bulan di tanggal muda," kata Tri, Senin (28/9/2026).

1. ASN diajak manfaatkan momentum tanggal muda

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)

Tri mengatakan, program Gebrak Pasar menyasar ASN Pemkot Bekasi agar memanfaatkan momentum awal bulan untuk memenuhi kebutuhan belanja bulanan di pasar tradisional.

Menurut dia, keterlibatan ASN dalam program tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi pedagang di pasar.

2. Perputaran uang diperkirakan capai Rp150 juta

Ilustrasi Pasar (IDN Times/ Lia Hutasoit)

Menurut Tri, program tersebut dapat menciptakan perputaran uang hingga sekitar Rp150 juta dalam satu hari.

Perhitungan itu berdasarkan asumsi sekitar 1.500 ASN mengikuti program tersebut dengan rata-rata belanja Rp100 ribu per orang.

"Tapi kami kemarin komitmenkan ya udah lah minimal kalau belanjanya rata-rata Rp100.000, kemudian nanti mungkin yang datang hampir 1.500 orang, ya lumayan hampir Rp150 jutaan uang yang beredar pada hari itu," ujar dia.

Dengan perputaran uang tersebut, program Gebrak Pasar diharapkan dapat membantu menggerakkan aktivitas ekonomi di pasar tradisional.

3. Belanja ASN akan dilaporkan

Ilustrasi Pasar. IDN Times/Besse Fadhilah

Tri memastikan program berjalan, pihaknya menyiapkan mekanisme pelaporan bagi ASN yang mengikuti kegiatan tersebut.

ASN nantinya diminta menyimpan dan mendokumentasikan struk atau bukti belanja. Bukti tersebut kemudian dikirimkan sebagai bagian dari sistem pelaporan kegiatan.

"Pelaporannya nanti kan nanti struk apa namanya, hasil belanjanya difotoin nanti dikirim. Kalau itu sistem lah, ya," ucap Tri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article