Anggota DPR Minta Kemhan Usut Kematian ASN Ekraf saat Latihan Komcad

TB Hasanuddin meminta Kemhan mendalami penyebab meninggalnya peserta Komcad dan memeriksa kejadian secara transparan serta menyeluruh.
Ia menekankan pemeriksaan kesehatan dan persyaratan fisik peserta harus benar-benar dipastikan sebelum latihan berlangsung.
Evaluasi diminta mencakup standar keselamatan, intensitas latihan, kesiapan tenaga medis, dan penanganan keadaan darurat.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) mendalami penyebab kematian peserta Komponen Cadangan (Komcad) bernama Vanreko Varkas Bagaskara yang merupakan ASN Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).
TB Hasanuddin turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dia meminta kejadian tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan, serta dievaluasi secara menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang.
"Kejadian meninggalnya peserta dalam pelaksanaan latihan militer perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan. Penyebab kejadian harus diperiksa secara transparan dan menyeluruh," ujarnya kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).
1. Persyaratan fisik peserta Komcad harus ketat

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (IDN Times/Aryodamar) Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, setiap calon peserta pelatihan Komcad harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan memenuhi persyaratan fisik yang ketat sebelum mengikuti rangkaian pendidikan dan latihan.
"Pemeriksaan kesehatan tidak boleh sekadar menjadi formalitas. Kondisi fisik setiap peserta harus benar-benar dipastikan mampu mengikuti latihan. Apabila dinyatakan tidak siap, peserta tidak perlu dipaksakan," kata TB Hasanuddin.2. Prosedur pemeriksaan kesehatan harus dievaluasi

Anggota komisi I dari fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin. (www.dpr.go.id) TB Hasanuddin juga meminta Kemhan melakukan evaluasi terhadap prosedur pemeriksaan kesehatan, standar keselamatan, intensitas latihan, kesiapan tenaga medis, serta mekanisme penanganan keadaan darurat, selama pendidikan Komcad berlangsung.
"Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Disiplin dalam latihan memang diperlukan, tetapi pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik masing-masing peserta," kata dia.3. ASN Kementerian Ekraf gugur saat ikuti pelatihan Komcad

Pemerintah resmi melepas sebanyak 2.109 calon Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian/lembaga. Upacara pelepasan calon ASN Komcad gelombang pertama ini digelar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Vanreko meninggal dunia pada 25 September 2026. Dia meninggal dunia setelah terjatuh saat mengikuti gladi persiapan penutupan pendidikan Komcad ASN.
IDN Times menghubungi Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) pada Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI), Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, untuk mengonfirmasi peristiwa tersebut.
Rico meminta IDN Times untuk menghubungi Tim Kesehatan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa Esnawan yang menangani almarhum.
Kepala Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa, Iman Fathurrohman, membenarkan pihaknya telah melakukan penanganan medis intensif terhadap Vanreko Varkas Bagaskara,peserta Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ASN K/L Gelombang 2 Tahun 2026 asal Kementerian Ekonomi Kreatif.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















