Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan pemberantasan ikan sapu-sapu di seluruh wilayah perairan Jakarta. Ia menegaskan operasi pembersihan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di satu wilayah.
Pramono bahkan turun langsung memimpin aksi penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Kodamar. Ia menyebut ikan ini sangat invasif karena memakan telur ikan endemik, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem.
Selain itu, ikan sapu-sapu juga dinilai berbahaya jika dikonsumsi karena kadar residunya tinggi. Kebiasaannya membuat lubang di dinding sungai juga dapat merusak struktur dan mempercepat erosi.
Sebagai langkah lanjutan, Pemprov DKI akan membentuk tim khusus berstatus PJLP yang bertugas menangkap dan mengendalikan populasi ikan sapu-sapu di sungai dan saluran air. Upaya ini dilakukan karena populasinya diperkirakan telah mencapai lebih dari 60 persen dari total biota air di Jakarta.
Pramono menegaskan, pengendalian harus dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan. Jika tidak, ikan sapu-sapu akan kembali mendominasi dalam waktu singkat dan terus mengancam ekosistem perairan ibu kota.