Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Awal Mula Ikan Sapu-sapu Dibasmi di Jakarta, Gara-gara Video Viral
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)
  • Fenomena ikan sapu-sapu di Jakarta mencuat setelah konten viral Arief Kamarudin di media sosial menunjukkan dominasi ikan ini di Sungai Ciliwung dan hilangnya ikan lokal.
  • Ikan sapu-sapu, spesies invasif asal Amerika Selatan, berkembang biak cepat dan memakan telur ikan lain, menyebabkan ekosistem terganggu serta memperparah erosi bantaran sungai.
  • Gubernur DKI Pramono Anung memimpin langsung operasi pemberantasan ikan sapu-sapu dan membentuk tim khusus PJLP untuk mengendalikan populasinya di seluruh perairan Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Jumat (17/4/2026)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin langsung aksi pemberantasan ikan sapu-sapu di Kali Kodamar, Jakarta Utara. Langkah ini menjadi tindak lanjut setelah fenomena ikan sapu-sapu viral di media sosial dan menarik perhatian publik.

kini

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk tim khusus PJLP untuk menangkap dan mengendalikan populasi ikan sapu-sapu di perairan ibu kota. Upaya pengendalian dilakukan secara berkelanjutan karena populasinya telah mendominasi lebih dari 60 persen biota air Jakarta.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pemberantasan ikan sapu-sapu yang populasinya meningkat tajam dan mengancam ekosistem perairan ibu kota.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin langsung aksi penangkapan, didukung tim PJLP serta warga yang sebelumnya mengangkat isu ini melalui media sosial.
  • Where?
    Kegiatan pemberantasan dilakukan di Kali Kodamar, Jakarta Utara, serta direncanakan mencakup seluruh wilayah perairan Jakarta termasuk sungai dan saluran air.
  • When?
    Aksi penangkapan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, setelah isu ikan sapu-sapu viral di media sosial beberapa waktu sebelumnya.
  • Why?
    Ikan sapu-sapu dianggap invasif karena memakan telur ikan endemik, merusak bantaran sungai, dan menyebabkan berkurangnya populasi ikan lokal di perairan Jakarta.
  • How?
    Pemprov DKI membentuk tim khusus PJLP untuk menangkap dan mengendalikan populasi ikan sapu-sapu secara berkelanjutan di seluruh perairan ibu kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada ikan sapu-sapu yang banyak sekali di sungai Jakarta. Awalnya ada kakak Arief yang suka tangkap ikan itu dan videonya jadi viral. Terus Pak Gubernur Pramono datang ke sungai buat bantu nangkap ikan sapu-sapu. Katanya ikan itu jahat buat ikan lain dan bikin sungai rusak, jadi sekarang pemerintah mau bersihin semuanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Fenomena viral tentang ikan sapu-sapu di Jakarta menunjukkan bagaimana kepedulian warga dapat berkembang menjadi gerakan nyata yang melibatkan pemerintah. Dari inisiatif seorang pemuda di Ciliwung hingga aksi langsung Gubernur Pramono Anung, situasi ini mencerminkan sinergi positif antara masyarakat dan Pemprov DKI dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan ibu kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Fenomena ikan sapu-sapu yang kian mendominasi perairan Jakarta akhirnya mendapat perhatian serius pemerintah.

Berawal dari viral di media sosial, persoalan ini berkembang menjadi langkah konkret pemberantasan ikan sapu-sapu yang kini dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Kali Kodamar, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).

1. Viral dari aksi warga di Sungai Ciliwung

Konten kreator asal Lenteng Agung, Arief Kamarudin. (Dok. Istimewa)

Isu ikan sapu-sapu pertama kali mencuat dari media sosial melalui konten Arief Kamarudin, pemuda asal Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ia rutin membagikan aktivitasnya menangkap ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung, bahkan hingga mengambil telur dari sarangnya untuk menekan populasi.

Aksi tersebut berangkat dari keresahannya melihat perubahan kondisi sungai. Ia mengaku, dahulu Ciliwung dipenuhi berbagai jenis ikan dan udang. Namun kini, ikan sapu-sapu justru mendominasi, sementara ikan lokal semakin sulit ditemukan.

Kontennya kemudian viral dan memicu kesadaran publik bahwa keberadaan ikan sapu-sapu bukan sekadar fenomena biasa, melainkan ancaman nyata bagi ekosistem perairan.

2. Populasi meledak dan ancam ekosistem perairan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang berasal dari Amerika Selatan dan memiliki kemampuan berkembang biak sangat cepat. Dalam satu kali pemijahan, induknya mampu menghasilkan 200–400 telur, bahkan bisa terjadi beberapa kali dalam setahun.

Selain itu, ikan ini bersifat omnivora dan memakan alga, sisa organik, hingga telur ikan lain. Kondisi ini membuat ikan lokal kalah bersaing dan perlahan menghilang dari habitatnya. Minimnya predator alami di perairan Jakarta juga memperparah situasi, sehingga populasinya sulit dikendalikan.

Tak hanya itu, kebiasaan ikan sapu-sapu menggali lubang di bantaran sungai untuk bertelur juga memicu erosi dan berpotensi merusak infrastruktur perairan.

3. Pemprov DKI turun tangan, Pramono pimpin langsung

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan pemberantasan ikan sapu-sapu di seluruh wilayah perairan Jakarta. Ia menegaskan operasi pembersihan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di satu wilayah.

Pramono bahkan turun langsung memimpin aksi penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Kodamar. Ia menyebut ikan ini sangat invasif karena memakan telur ikan endemik, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem.

Selain itu, ikan sapu-sapu juga dinilai berbahaya jika dikonsumsi karena kadar residunya tinggi. Kebiasaannya membuat lubang di dinding sungai juga dapat merusak struktur dan mempercepat erosi.

Sebagai langkah lanjutan, Pemprov DKI akan membentuk tim khusus berstatus PJLP yang bertugas menangkap dan mengendalikan populasi ikan sapu-sapu di sungai dan saluran air. Upaya ini dilakukan karena populasinya diperkirakan telah mencapai lebih dari 60 persen dari total biota air di Jakarta.

Pramono menegaskan, pengendalian harus dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan. Jika tidak, ikan sapu-sapu akan kembali mendominasi dalam waktu singkat dan terus mengancam ekosistem perairan ibu kota.

Editorial Team