Awwad Albihsri: RS Bintang 5 Jemaah Haji, Punya View Masjidil Haram

Makkah, IDN Times - Layanan bintang lima benar-benar diberikan kepada jemaah haji Indonesia selama mereka menjalankan ibadah di Tanah Suci. Tak cuma penginapan, beberapa jemaah juga cukup beruntung karena dirujuk ke rumah sakit bintang lima. Salah satu rumah sakit elit di Makkah yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia adalah Awwad Albishri Hospital.
IDN Times dan beberapa jurnalis dari Media Center Haji pun mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke rumah sakit yang terletak di kawasan Sukiyah, Makkah, Arab Saudi ini.

Ketimbang sebuah tempat berobat, lobi rumah sakit ini lebih mirip hotel berbintang lima. Ruangan luas dengan sofa melingkar menyambut kedatangan para pasien dan penjenguk. Tak ada antrian pembayaran atau pengambilan obat di lobi. Tiga perempuan Arab di meja penerima tamu pun menyambut kami dengan hangat.
Tak lama berselang seorang pria berjubah putih alias Throbe dengan penutup kepada Kuffiyah menghampiri kami. Ia mengajak kami bertemu dengan sang pemilik sekaligus Direktur Utama RS Awwad Albishri, Dr. Awwad Albihsri. Dengan senyum ramah ia mempersilakan kami duduk. ''Selamat datang,'' katanya, Senin (10/6/2024), memulai perbincangan.
Kepada kami, Awwad mengatakan bahwa perjumpaan dengan orang Indonesia adalah sesuatu yang istimewa. Maklum, nyaris setiap tahun jutaan orang Indonesia datang ke Tanah Suci untuk menunaikan Umrah atau Haji. ''Kami melayani semua orang yang datang ke Makkah, termasuk dari Indonesia. Kami tahu orang ke sini tujuannya bukan untuk ke rumah sakit tapi untuk haji Makkah dan Arafah, namun kami menyiapkan yang terbaik bagi mereka,'' ujar Awwad.

Tak sekadar pelayanan kesehatan, rumah sakit yang belum genap lima tahun ini bangun ini mengusung konsep high tech atau berteknologi tinggi. "Kami ingin menjadi rumah sakit terbaik bagi muslim sedunia,'' ujarnya.
Khusus untuk Haji, Awwad bahkan sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Sejak Ramadan, berbagai fasilitas disiapkan untuk mengantisipasi jika nantinya ada jemaah haji yang harus dirawat di sana. Saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, RS Awwad Albishri juga menyiapkan timnya di sana.
Di luar misi kemanusiaan, Awwad yakin usahanya untuk menyediakan layanan terbaik bagi jemaah tidak akan merugi secara bisnis. Apalagi, kata dia, Pangeran Muhammad bin Salman punya visi besar di bidang layanan kesehatan. ''Semua layanan kesehatan akan disediakan oleh pihak swasta seperti kami. Ada juga asuransi kesehatan. Jadi itu potensi,'' kata dia.

Apa yang dikatakan Awwad soal pelayanan terhadap jemaah memang bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan pantauan IDN Times, jemaah haji yang dirawat di sana memang ditempatkan di kamar-kamar dengan fasilitas nomor satu. Bahkan, salah satu jemaah asal Indonesia bernama Ahmad Rofi'i dirawat di ruangan VIP dengan pemandangan Masjidil Haram. Kamar ini adalah salah satu ruangan unggulan RS Awwad Albihsri.
Rofi'i pun mengaku puas dengan pelayanan RS Awwad Al Bishri. Ia yang sempat khawatir tak bisa menjalani Wukuf di Arafah, akhirnya lega. Hanya dalam dua malam, pendarahan di lambung yang ia derita ditangani dengan baik oleh rumah sakit. Ia pun diizinkan untuk menjalani Wukuf. "Alhamdulillah sekarang sudah mendingan,'' katanya bersyukur.
Sementara itu, dokter dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan bahwa kerjasama dengan RS Awwad Albishri adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan terhadap jemaah. Rumah sakit ini menjadi tempat rujukan ketujuh yang menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia.
''Baru tahun ini kami menggandeng RS Awwad Albishri. Awalnya ada pasien yang butuh dirawat di ICU, kami bawa ke sini karena rumah sakit lain penuh. Akhirnya mereka sekalian menawarkan kerja sama,'' ujarnya.
Tawaran itu pun disambut baik oleh tim KKHI. Apalgi, saat survei mereka takjub dengan pelayanan bintang lima yang mereka miliki. ''Rumah sakit ini cukup bagus seperti hotel bintang 5. Dari ruang perawatan juga bisa terlihat Clock Tower Masjidil Haram,'' pungkas Jibril.