Comscore Tracker

HUT IDI ke-70: Dokter Menghadapi Tantangan yang Luar Biasa saat Ini

Indonesia sudah kehilangan 136 dokter karena COVID-19

Jakarta, IDN Times - Hari ini, Sabtu (24/10/2020) kita memperingati Hari Dokter Indonesia. Peringatan ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-70. Ketua Tim Mitigasi PB IDI dan Ketua Terpilih PB IDI, dr Adib Khumaidi mengatakan, dokter di Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan yang cukup berat.

"Profesi dokter di Indonesia saat ini dihadapkan dengan tantangan yang sangat luar biasa. Bahkan, ancaman terhadap eksistensi profesi yang dapat dibagi menjadi tantangan yang berasal dari dalam maupun luar," kata Adib dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/10/2020).

1. IDI tekankan upaya pencegahan penyakit menular di tengah pandemik

HUT IDI ke-70: Dokter Menghadapi Tantangan yang Luar Biasa saat IniDua orang dokter berdiri di depan salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Adib mengatakan untuk mengatasi pandemik COVID-19 perlu penekanan yang diberikan pada biosecurity, serta upaya untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

"Meningkatkan perhatian pada inisiatif horizontal seperti program jangka panjang untuk memperkuat layanan kesehatan nasional, pelayanan kesehatan primer, pendidikan kesehatan masyarakat atau keterlibatan masyarakat dalam penyusunan inisiatif kesehatan," jelasnya.

Baca Juga: Asal-usul Sejarah Hari Dokter Nasional  Diperingati Tiap 24 Oktober

2. Berharap dokter tidak patah semangat di tengah pandemik

HUT IDI ke-70: Dokter Menghadapi Tantangan yang Luar Biasa saat IniKetua Majelis Kolegiuk Kedokteran Indonesia, Prof. Dr dr David S Perdanakusuma

Sementara itu, Ketua Majelis Kolegiuk Kedokteran Indonesia, Prof. Dr dr David S Perdanakusuma berpesan, seluruh dokter di Indonesia harus tetap memegang azas kemaslahatan bagi seluruh masyarakat dan azas kesejawatan antar dokter.

"Itu adalah ikatan yang abadi yang tidak luntur karena waktu. Saat ini, dokter bersama masyarakat berupaya keras mengatasi bencana pandemik COVID-19 yang sedang melanda Indonesia," ucapnya.

"Mari bahu membahu terus berjuang bersama, karena tanggung jawab itu tersemat di pundak kita. Jangan patah semangat, kalau bukan kita sebagai dokter, siapa lagi yang dapat diharapkan menyelamatkan negeri kita tercinta Indonesia ini dari pandemik ini," kata dia lagi.

3. Indonesia sudah kehilangan 136 dokter karena COVID-19

HUT IDI ke-70: Dokter Menghadapi Tantangan yang Luar Biasa saat IniDokter di Aceh meninggal karena COVID-19 ( ANTARA FOTO/Ampelsa)

Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI Dr Ari Kusuma Januarto mengatakan, dalam waktu dua pekan Oktober, sudah ada sembilan dokter meninggal dunia yang menambah deretan dokter meninggal karena COVID-19. Sehingga, Tim Mitigasi PB IDI mencatat per 15 Oktober 2020, total dokter yang meninggal akibat COVID-19 mencapai 136 dokter.

"Kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terjadi dengan angka kematian yang semakin mengkhawatirkan," ujarnya dalam siaran tertulis yang diterima IDN Times.

Dia merinci dokter yang wafat tersebut terdiri dari 71 dokter umum termasuk di dalamnya 4 Guru Besar, kemudian 63 dokter spesialis di antaranya ada 5 Guru Besar, serta 2 residen yang berasal dari 18 IDI wilayah (provinsi) dan 66 IDI Cabang (kota/kabupaten).

"Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar COVID -19 ini adalah situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini," imbuhnya.

Berdasarkan sebaran kematian dokter terbanyak berada di Jawa Timur 32 dokter, kemudian Sumatera Utara 23 dokter, lalu DKI Jakarta 19 dokter, diikuti Jawa Barat 12 dokter dan Jawa Tengah sembilan dokter.

Kemudian Sulawesi Selatan ada enam dokter, Bali lima dokter, Sumatera Selatan empat dokter, Kalimantan Selatan empat dokter, Aceh empat dokter, Kalimantan Timur tiga dokter, Riau empat dokter, Kepulauan Riau dua dokter, DI Yogyakarta dua dokter, Nusa Tenggara Barat dua dokter, Sulawesi Utara dua dokter, Banten dua dokter dan Papua Barat satu dokter.

Baca Juga: Indonesia Sudah Kehilangan 136 Dokter karena COVID-19

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya