Gubernur Banten Andra Soni dan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat kegiatan CKG di Pamulang, Tangerang Selatan (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Di sektor kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 106,3 juta orang hingga 13 Oktober 2026. Jumlah tersebut setara dengan 81,84 persen dari target 130 juta penduduk pada 2026. Pemerintah juga memperkuat layanan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari 66 rumah sakit yang dibangun di wilayah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit telah beroperasi. Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD).
Perlindungan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga terus diperluas. Hingga akhir September 2026, jumlah peserta JKN mencapai 285 juta jiwa dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 80,6 persen. Sepanjang 2025, BPJS Kesehatan mencatat 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan atau hampir 2 juta layanan per hari. Untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan, pemerintah menyiapkan tambahan dana Rp20 triliun bagi BPJS Kesehatan melalui APBN 2026 yang dijadwalkan dicairkan dalam dua tahap, masing-masing Rp10 triliun pada Oktober dan November 2026.
Pada sektor hilirisasi dan industrialisasi, Danantara menyiapkan 26 proyek dalam dua fase dengan nilai investasi total Rp225 triliun. Proyek-proyek tersebut diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja. Pemerintah juga menerapkan kebijakan ekspor satu pintu untuk batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia mulai 1 Juni 2026. Ketiga komoditas itu mencatat nilai ekspor sebesar 66,13 miliar dolar AS pada 2025, setara 23,4 persen dari total ekspor nasional. Sementara itu, restrukturisasi BUMN menghasilkan penghematan biaya overhead sekitar Rp50 triliun, dengan target meningkat menjadi lebih dari Rp70 triliun hingga akhir 2026.
Di sektor perumahan, realisasi program 3 Juta Rumah secara nasional tercatat sebanyak 324.213 unit hingga 13 Juni 2026. Penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 278.868 unit pada 2025. Hingga 14 Oktober 2026, penyaluran FLPP telah mencapai 180.600 unit dari target 350 ribu unit. Pemerintah juga mengalokasikan Rp8,59 triliun pada 2026 untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah bagi 400 ribu unit, meningkat dibandingkan 2025 yang mencakup sekitar 45.073 unit dengan anggaran Rp1,02 triliun.
Penguatan ekonomi kerakyatan juga dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga 15 Oktober 2026, sebanyak 10.070 koperasi telah beroperasi di berbagai daerah. Program tersebut diarahkan menjadi pusat kegiatan ekonomi desa, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok dan penyaluran bantuan hingga pemasaran hasil pertanian. Pada saat yang sama, tingkat kemiskinan nasional turun menjadi 8,07 persen atau 22,93 juta orang pada Maret 2026, berkurang 920 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Tingkat kemiskinan ekstrem juga turun dari 2,14 persen pada 2021 menjadi 0,85 persen pada 2025.