Pidie Jaya, IDN Times – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) di wilayah terdampak banjir susulan kembali menetapkan status tanggap darurat. Langkah ini diperlukan agar penanganan bencana, termasuk penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan pengadaan barang dan jasa, bisa dilakukan lebih cepat.
Arahan tersebut disampaikan Tito saat meninjau langsung dampak banjir susulan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (3/11/2026). Banjir yang dipicu hujan berintensitas tinggi pada Sabtu malam (31/10/2026) itu melanda 21 gampong di lima kecamatan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sekitar 4.500 kepala keluarga (KK) atau 15.000 jiwa terdampak.
Selain menggenangi permukiman, banjir mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, di antaranya jalan, tanggul sungai, dan sekolah. Meski demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Begitu menerima laporan mengenai banjir susulan tersebut, Tito langsung bertolak ke Pidie Jaya untuk melihat kondisi masyarakat dan kebutuhan penanganan di lapangan. Sebelum kedatangannya, tim Posko Nasional Satgas PRR yang dipimpin Kepala Posko Wahyu Bintono Hari Bawono juga telah lebih dahulu melakukan pengecekan.
"Kami terus bekerja semaksimal mungkin, termasuk juga yang ke daerah Pidie Jaya ini. Karena kemarin saya mendapatkan informasi Pidie Jaya kena [banjir susulan] saya langsung berangkat," kata Tito.