Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Basarnas Perpanjang Lagi Pencarian Korban Kapal Virgo 8 Selama 7 Hari
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko (tengah) ketika memberikan keterangan soal perkembangan operasi SAR KMP Virgo Transport 8 pada Sabtu, 26 September 2026. (ANTARA FOTO/Tumpal Andani Aritonang)
  • Basarnas memperpanjang pencarian korban KMP Virgo Transport 8 selama tujuh hari, dengan evaluasi tiap tiga hari. Operasi yang memasuki hari ke-14 diperkirakan berlangsung hingga 10 Oktober 2026.

  • Pada hari ke-14, tim gabungan menemukan 11 jenazah. Total 172 korban telah dievakuasi: 108 selamat, 64 meninggal, sementara 71 dari 243 penumpang masih dicari.

  • Kapal yang miring dan tidak stabil membatasi akses penyelam. Basarnas mendorong pemilik mempercepat salvage, tetapi PT Virgo Karya Shipping masih menunggu keputusan asuransi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Basarnas mencari orang dari kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Pencarian ditambah tujuh hari lagi. Pada hari ke-14, tim menemukan 11 orang yang sudah meninggal. Sekarang 108 orang selamat, 64 orang meninggal, dan 71 orang masih dicari. Kapalnya miring, jadi penyelam harus hati-hati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perpanjangan pencarian yang disertai evaluasi berkala menunjukkan upaya Basarnas menjaga ketelitian sekaligus keselamatan dalam operasi yang kompleks. Temuan korban pada hari ke-14, dukungan kapal pengganti, serta asesmen sebelum penyelaman mencerminkan kerja terukur untuk memperluas pencarian tanpa mengabaikan risiko bagi personel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan SAR Nasional kembali memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan korban KMP Virgo Transport 8 hingga tujuh hari ke depan. Ini merupakan perpanjangan kedua setelah operasi SAR sudah memasuki hari ke-14. Maka, operasi SAR diperkirakan akan memakan waktu hingga 10 Oktober 2026.

"Pelaksanaan operasi sudah memasuki hari ke-14. Kami putuskan mungkin akan kami perpanjang lagi sampai tujuh hari ke depan. Tapi, akan kami evaluasi setiap tiga hari," ungkap Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko ketika memberikan keterangan pers pada Sabtu (26/9/2026) yang dikutip dari YouTube Basarnas.

Ia menjelaskan, evaluasi setiap tiga hari selama masa perpanjangan operasi SAR dilakukan untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya. Basarnas juga menarik kapal KN SAR Pacitan yang digunakan sebagai kapal tender di tengah Laut Jawa untuk kembali ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kemudian, KN SAR Pacitan digantikan dengan KN SAR Purworejo.

"KN SAR Pacitan akan kami tarik dulu ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Kemudian, nanti akan kami gantikan dengan KN SAR Purworejo yang baru saja datang dari Tanjung Pinang," katanya.

1. Tim gabungan Basarnas temukan 11 jenazah di operasi hari ke-14

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah penumpang KMP Virgo Transport 8 pada Jumat, 25 September 2026. (Dokumentasi Basarnas)

Lebih lanjut, memasuki operasi hari ke-14, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 11 jenazah korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8. Korban ditemukan lewat dua kali penyelaman.

Empat jenazah ditemukan dalam penyelaman di dalam bangkai kapal di Laut Jawa. Sedangkan, tujuh jenazah ditemukan di perairan Kalimantan Tengah.

"Masing-masing empat jenazah ditemukan di Kabupaten Sukamara, dua di Kabupaten Seruyan, dan satu jenazah di Sungai Cabang, Pangkalan Bun," kata Yudhi saat memaparkan temuan korban.

Dengan temuan 11 jenazah lagi maka total sudah ada 172 korban yang telah dievakuasi. 108 penumpang ditemukan dalam keadaan selamat. Sedangkan, 64 penumpang ditemukan meninggal dunia. 71 korban masih terus dalam proses pencarian. Sementara, jumlah manifes penumpang mencapai 243 orang.

2. Basarnas dorong pemilik KMP Virgo Transport 8 percepat proses salvage kapal

Penyelam TNI Angkatan Laut (AL) yang tergabung dalam tim gabungan SAR berhasil evakuasi jenazah penumpang KMP Virgo Transport 8 pada 24 September 2026. (Dokumentasi TNI AL)

Sebelumnya, Basarnas mendorong pemilik kapal KMP Virgo Transport 8 agar mempercepat salvage atau pengangkatan badan kapal agar evakuasi korban lebih mudah dilakukan. Kondisi kapal yang miring dan tidak stabil saat ini dinilai telah membatasi akses tim penyelam ke sejumlah bagian kapal.

Meskipun, tim Basarnas mengakui dari unsur personel, alat utama, dan fasilitas pendukung di darat tak menghadapi kendala dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hingga hari ke-14.

"Hanya faktor cuaca dan faktor kondisi kapal. Karena kapal posisinya miring, ada bagian-bagian yang tidak bisa dilalui oleh penyelam karena membahayakan, berisiko untuk keselamatan. Jadi percepatan operasi salvage ini akan sangat membantu tim SAR," ungkap Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana di Banjarmasin pada Jumat, 25 September 2026.

Dia menjelaskan kondisi kapal menjadi kendala bagi penyelam karena terdapat bagian yang tidak dapat dimasuki, dan akan meningkatkan risiko terhadap keselamatan personel jika dipaksakan. Sehingga setiap kegiatan pencarian terlebih dahulu melalui asesmen keselamatan.

Menurut dia, pengangkatan badan kapal dan pengembalian posisinya seperti semula akan membuat tim SAR lebih mudah menjangkau ruangan-ruangan kapal yang sebelumnya sulit ditelusuri akibat posisi badan kapal yang miring dan tidak stabil.

3. Proses salvage kapal harus dilakukan oleh pemilik KMP Virgo Transport 8

Penyelam TNI Angkatan Laut (AL) yang tergabung dalam tim gabungan SAR berhasil evakuasi jenazah penumpang KMP Virgo Transport 8 pada 24 September 2026. (Dokumentasi TNI AL)

Putu menegaskan Basarnas tidak melaksanakan proses salvage tersebut karena pekerjaan itu menjadi tanggung jawab perusahaan pemilik kapal dan pihak asuransi, sedangkan Basarnas hanya mendorong agar pengangkatan badan kapal segera dilakukan untuk mendukung proses evakuasi korban.

“Bukan kami yang melaksanakan. Tapi kami mendorong bila perlu dipercepat ya,” ujar Putu.

Sementara, kuasa hukum PT Virgo Karya Shipping, Rully Fakhrizal mengatakan keputusan pengangkatan kapal atau salvage masih menunggu keputusan dari pihak asuransi. Perusahaan hanya membantu kelengkapan data yang dibutuhkan oleh asuransi.

"Untuk progres masih nunggu pihak asuransi. Jadi, semua data yang dibutuhkan pihak asuransi kami penuhi, nanti sudah keluar total dari asuransi terus mereka putuskan untuk pengangkatan kapal," ungkap Rully pada Kamis, 24 September 2026.

Alasan menunggu keputusan asuransi, menurutnya, agar tak ada kejadian-kejadian yang tak diinginkan terjadi. Misalnya, patahnya bagian tubuh kapal yang berdampak pada proses evakuasi jasad korban, serta tercemarnya lingkungan oleh oli ataupun minyak yang ada dalam bangkai kapal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article