Jakarta, IDN Times - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dapam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Hal ini berbeda dengan Muhammadiyah yang menolak tegas keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza yang disebut sebagai antitesa Perserkatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menilai, langkah Presiden Prabowo sudah tepat untuk terlibat dalam organisasi tersebut. Langkah ini dinilai telah sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
"Menurut saya, keputusan Presiden untuk bergabung di dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina," kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
