Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Belum Setahun Menjabat, Menko Djamari Lapor Punya Harta Kekayaan Rp33,3 M
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. (Dokumentasi Kemenko Polkam)
  • Djamari Chaniago, Menko Polkam baru, melaporkan harta kekayaan 2025 senilai Rp33,3 miliar ke KPK, dengan aset terbesar berupa tanah dan bangunan di lima kota.
  • Ia memiliki tujuh kendaraan mewah senilai Rp5,4 miliar termasuk Jeep Rubicon dan tiga motor Harley Davidson, serta kas dan setara kas mencapai Rp1,4 miliar tanpa utang.
  • Djamari mengungkap kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi alasan penunjukannya sebagai Menko Polkam setelah sebelumnya sering berkomunikasi dalam lingkup kerja sama politik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Djamari jadi menteri baru yang ngurus keamanan dan politik. Dia bilang ke KPK kalau dia punya uang dan barang banyak, totalnya tiga puluh tiga miliar lebih. Katanya dia punya tanah di banyak kota, mobil mewah, dan motor besar. Dia juga temenan sama Pak Prabowo yang sekarang jadi presiden.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai harta kekayaan sepanjang 2025 mencapai Rp33.379.793.123 (Rp33,3 miliar). Ini merupakan kali pertama Purnawirawan Jenderal bintang empat TNI itu melaporkan harta kekayaannya ke komisi antirasuah.

Djamari dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menko Polkam pada 17 September 2025, menggantikan posisi Budi Gunawan. Ia merupakan wajah baru di kabinet Merah Putih Prabowo.

Dikutip dari situs LHKPN komisi antirasuah pada Jumat (29/5/2026), harta kekayaan terbesar Djamari disimpan dalam bentuk aset tanah dan bangunan. Ia melaporkan total memiliki 10 tanah dan bangunan yang tersebar di lima kota berbeda yakni Bogor, Kabupaten Badung, Bandung, Malang, dan Karawang.

Aset tanah dan bangunan luas dilaporkan berada di Malang. Djamari memiliki aset tanah dan bangunan seluas 4.311 meter persegi di Kabupaten Malang, dengan nilai mencapai Rp4.311.000.000 (Rp4,3 miliar).

Aset tanah dan bangunan terluas kedua juga dilaporkan berada di Malang yakni 3.558 meter persegi. Nilai aset tersebut mencapai Rp3.558.000.000 (Rp3,5 miliar).

1. Djamari melaporkan punya tujuh kendaraan senilai Rp5,4 miliar

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago ketika berada di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

Lebih lanjut, Djamari juga melaporkan memiliki tujuh kendaraan roda empat dan roda dua. Semua kendaraan yang dilaporkan Djamari tergolong kendaraan mewah. Total aset kendaraan tersebut mencapai Rp5.475.000.000 (Rp5,4 miliar).

Enam kendaraan roda empat dan roda dilaporkan Djamari dibeli dengan dana pribadi. Satu mobil jeep Land Rover Defender keluaran tahun 2016 dilaporkan merupakan hibah.

Mobil paling mewah yang dimiliki oleh Djamari yakni Jeep Rubicon senilai Rp1.500.000.000 (Rp1,5 miliar). Djamari juga melaporkan memiliki tiga motor Harley Davidson.

2. Djamari memiliki harta kas dan setara kas mencapai Rp1,4 miliar

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago ketika memberikan pembekalan di hadapan 1.064 taruna dan siswa di Akademi Kepolisian, Semarang. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

Djamari juga melaporkan memiliki harta bergerak lainnya mencapai Rp322.876.000 (Rp33 juta). Kemudian, kas dan setara kas dilaporkan mencapai Rp1.487.967.123 (Rp1,4 miliar).

Ia juga melaporkan ke komisi antirasuah tak memiliki utang. Maka, total harta yang dimiliki mencapai Rp33.379.793.123 (Rp33,3 miliar).

3. Djamari akui punya relasi dekat dengan Prabowo

Menko Polkam, Djamari Chaniago ketika meninjau hunian tetap di Kabupaten Aceh Utara yang sudah rampung dibangun. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

Sebelumnya, Djamari pernah mengungkap awal mula ia ditunjuk mengisi kursi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Menurutnya, ia sering berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto, lantaran pernah berada di satu tim yang sama dengan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Djamari pun dekat dengan Prabowo lantaran sesama politikus Partai Gerindra.

"Seperti yang kalian ketahui saya bersama-sama dengan tim yang sama dengan Pak Sjafrie (Menhan). Katakanlah kontak dengan Pak Presiden agak sering. Saya diberi tahu Istana bahwa keesokan harinya akan diberi kenaikan pangkat," ujar Djamari ketika menjawab pertanyaan IDN Times, di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu malam, 17 September 2025 lalu.

Djamari pun diberi tahu akan dilantik sebagai Menko Polkam sehari sebelumnya. "Diomongin sehari sebelumnya kalau akan dilantik sebagai menteri. Tapi tahapannya naik pangkat dulu (jadi jenderal kehormatan)," tutur dia, yang mengenakan kemeja putih.

Ketika ditanyakan, apakah telepon tawaran posisi Menko Polkam disampaikan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Djamari menepisnya. Ia enggan menjelaskan lebih lanjut siapa yang menawarinya posisi Menko Polkam.

"Oh, gak (telepon bukan dari Teddy). Masak saya harus cerita semuanya," imbuhnya, tertawa.

Editorial Team

Related Article