Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BGN Uji Coba Sistem Baru MBG, Kini Makanan Disajikan Prasmanan di Kelas
Kepala BGN Sudaryono rapat di DPR bahas anggaran MBG 2027. (IDN Times/Amir Faisol)
  • BGN menguji coba penyajian Makan Bergizi Gratis secara prasmanan langsung di kelas pada lebih dari 60 dapur hingga 5 Oktober 2026.

  • Makanan dibawa hangat dari dapur agar lebih segar, mempercepat distribusi, dan menekan risiko kerusakan yang berpotensi mengganggu kesehatan.

  • Pelaksanaan prasmanan melibatkan kesiapan dapur, sekolah, serta siswa melalui piket pelayanan; laporan sementara menunjukkan sisa makanan lebih sedikit dan siswa dapat menambah porsi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (5/10/2026)

BGN menguji coba penyajian MBG secara prasmanan langsung di kelas di lebih dari 60 dapur. Sistem ini ditujukan agar makanan lebih hangat, mengurangi risiko kerusakan, dan menekan sisa makanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BGN menguji coba penyajian makan bergizi gratis (MBG) dengan sistem prasmanan langsung di dalam kelas, dengan makanan dibawa hangat dari dapur.
  • Who?
    Badan Gizi Nasional, Kepala BGN Sudaryono, sekolah, siswa, dan lebih dari 60 dapur terlibat dalam pelaksanaan uji coba.
  • Where?
    Uji coba dilakukan di sekolah-sekolah yang terhubung dengan lebih dari 60 dapur MBG; lokasi rinci setiap sekolah per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Hingga Senin, 5 Oktober 2026, sistem prasmanan MBG telah dipiloting di lebih dari 60 dapur.
  • Why?
    Sistem ini diharapkan membuat makanan lebih hangat dan segar, mengurangi risiko kerusakan saat distribusi, serta menekan sisa makanan.
  • How?
    Makanan diantar dari dapur dalam kondisi hangat lalu disajikan di kelas. Siswa dijadwalkan piket untuk membantu pelayanan dan dapat mengambil tambahan makanan jika masih tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BGN mencoba cara makan prasmanan di lebih dari 60 dapur. Makanan hangat dibawa ke kelas supaya anak-anak makan lebih enak dan makanan tidak cepat rusak. Pak Sudaryono bilang sekolah dan murid juga perlu belajar melayani saat jadwal piket. Sekarang, sisa makanan katanya lebih sedikit karena murid bisa tambah kalau masih ada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Uji coba prasmanan MBG di puluhan dapur menunjukkan upaya memperbaiki pengalaman makan siswa melalui penyajian yang lebih hangat dan segar. Keterlibatan sekolah serta siswa dalam pelayanan juga memberi unsur edukatif, sementara kesempatan mengambil tambahan makanan dapat membantu menyesuaikan porsi dan menekan sisa makanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menguji coba sistem penyajian makan bergizi gratis (MBG) secara prasmanan langsung di dalam kelas. Hingga Senin (5/10/2026), sistem ini telah dipiloting di lebih dari 60 dapur.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan makanan dibawa dalam kondisi hangat dari dapur untuk kemudian disajikan di kelas. Menurutnya, sistem ini diharapkan membuat makanan lebih segar sekaligus mengurangi risiko kerusakan selama proses distribusi.

1. Makanan disajikan hangat

Kepala BGN Sudaryono (kiri) dan Kepala BPOM Taruna Ikrar di Gedung DPR. (IDN Times/Amir Faisol).

Sudaryono mengatakan penyajian langsung di kelas membuat siswa dapat menikmati makanan dalam kondisi lebih hangat dan fresh.

“Ini kita lagi piloting, kami harapkan doa dan dukungannya, kita bisa lebih luas, sehingga satu, makanannya lebih enak, karena hangat,” ujar Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya, @sudaru_sudaryono, Senin (5/10/2026).

Ia menambahkan, waktu distribusi yang lebih singkat juga diharapkan dapat mengurangi risiko makanan rusak yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

2. Sekolah dan siswa ikut dilatih

Kepala BGN Sudaryono bersama siswa di Kupang. (Dok Biro Apim NTT)

Menurut Sudaryono, sistem prasmanan tidak hanya membutuhkan kesiapan dapur, tetapi juga sekolah. Siswa nantinya ikut terlibat dalam pelayanan melalui jadwal piket.

“Tentu saja ini membutuhkan semacam kerjasama. Jadi kalau prasmanan ini yang dilatih adalah dapurnya, yang dilatih juga adalah sekolahnya. Karena yang melayani adalah siswa,” katanya.

Pelibatan siswa tersebut juga memiliki fungsi edukasi dalam pelaksanaan program MBG.

3. Diharapkan kurangi food waste

Kepala BGN Sudaryono makan MBG bersama siswa dan Gubernur NTT di Kupang. (Dok Biro Apim NTT)

Dari laporan sementara, Sudaryono menyebut tingkat makanan yang habis dalam sistem prasmanan cukup baik. Siswa juga masih bisa mengambil makanan tambahan jika tersedia.

“Sejauh ini tadi saya dapat laporan, itu tingkat kehabisan makanannya bagus. Jadi kan artinya lebih fresh, ya. Kemudian ada yang mungkin menambah, masih ada sisa, bisa nambah. Jadi waste-nya lebih sedikit,” ujar Sudaryono.

Curated For You

Editorial Team

Related Article