Jakarta, IDN Times - Direktur Operasional Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Budi Harsoyo mengakui atap rumah warga di Palembang, Sumatra Selatan sempat rusak akibat penyemaian dry ice atau es kering. Menurut keterangan warga di media sosial, atap rumahnya bolong karena tertimpa es kering yang disemai dari atas.
Budi menyebut peristiwa itu bisa terjadi lantaran itu merupakan pengalaman pertama melakukan penyemaian dengan es kering. Teknik penggunaan es kering dinilai merupakan keputusan taktis di saat tidak ada awan ketika musim kemarau.
"Kami juga mendapatkan laporan itu. Karena ini pertama kalinya diuji cobakan dan baru pengalaman pertama bagi kami menggunakan dry ice. Lantaran keterbatasan stok, jadi kami menggunakan dry ice dalam bentuk cacahan, kemudian dipecah secara manual," ungkap Budi di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Rabu (21/10/2026).
"Produksi dry ice sangat sulit kecuali (didatangkan) dari Jakarta. Kalau yang (didatangkan) dari Jakarta sudah ada dalam bentuk palet yang untuk menyimpan makanan. Sementara, di daerah, hanya tersedia yang berbentuk balok dan biasanya digunakan untuk keperluan pesta," imbuhnya.
Ia menjelaskan, usai mendapat laporan soal adanya keluhan warga, BMKG dan sejumlah lembaga mengevaluasi metode penyemaian es kering. Fisik es kering dibuat lebih halus kemudian disaring di inner cover. Ia meyakini dengan cara itu tidak kembali berulang es kering menimpa atap rumah warga.
