gambar gelombang tinggi (unsplash.com/Matt Paul Catalano)
BMKG juga melaporkan sejumlah wilayah perairan Pulau Jawa yang diprediksi terdampak gelombang tinggi.
Secara geofisika, gelombang setinggi 1.25- 2.5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTT, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua.
Sementara itu, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,50 l-4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB.
Lebih spesifik, pola angin di wilayah Jakarta dan Jawa Barat bagian utara umumnya bergerak dari timur laut-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6-20 knot.
Sedangkan, di wilayah Jawa Barat bagian selatan umumnya bergerak dari timur- tenggara, dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.
Kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot diprediksi terjadi di Perairan Cirebon, Perairan Sukabumi dan Perairan Cianjur. Sedangkan, kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot diprediksi terjadi di Perairan Garut.
Bergeser ke perairan utara Tangerang, pola angin dari arah tenggara-barat daya dengan kecepatan 5–15 knot, kemudian untuk wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan utara Serang dari arah Tenggara- barat daya dengan kecepatan 5-20 knot.
Sementara di wilayah Selat Sunda barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang dan perairan selatan Lebak dari arah timur- selatan dengan kecepatan 10-25 knot.
Lebih lanjut, pola angin di wilayah perairan Kepulauan Karimun Jawa bagian barat, perairan Kepulauan Karimun Jawa bagian timur, perairan Pekalongan-Kendal, perairan Semarang-Demak, perairan Jepara, perairan Pati-Rembang umumnya dari timur laut-tenggara dengan kecepatan 2-15 knot.
Beralih ke pola angin permukaan di perairan utara dan selatan Bali umumnya bertiup dari arah timur-selatan dengan kecepatan berkisar antara 2-25 knot. Perairan yang diprediksi terdampak gelombang tinggi pada Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Pulau Bali.