- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan NTB.
BMKG: Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di 9 Wilayah

BMKG memperingatkan potensi gelombang 1,25–4 meter di perairan Indonesia pada 5–8 Oktober 2026, dipengaruhi angin utara dan selatan ekuator hingga 25 knot.
Gelombang 2,5–4 meter berpotensi melanda sembilan wilayah Samudra Hindia, dari barat Bengkulu dan Lampung hingga selatan Banten, Jawa, Bali, serta NTB.
BMKG meminta nelayan dan pelayaran meningkatkan kewaspadaan karena gelombang tinggi berisiko bagi keselamatan, serta memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi.
Jakarta, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada 5-8 Oktober 2026.
BMKG memperkirakan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter hingga 2,5–4 meter terjadi di sejumlah perairan. Kondisi ini dipengaruhi pola angin di wilayah utara dan selatan ekuator Indonesia yang bertiup dengan kecepatan hingga 25 knot.
Berikut sejumlah wilayah perairan yang perlu diwaspadai.
1. 9 wilayah yang berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter

Ilustrasi gelombang tinggi menerjang daerah pesisir. (IDN Times/Muhammad Nasir) BMKG mencatat sejumlah wilayah perairan Indonesia diperkirakan mengalami gelombang tinggi dengan kisaran 2,5-4 meter.
Sembilan wilayah yang tercatat yakni:
2. Sejumlah perairan berpotensi mengalami gelombang tinggi hingga 2,5 meter

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Muhammad Nasir) Selain gelombang hingga 4 meter, BMKG juga mencatat perkiraan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Di antaranya Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, dan Samudra Hindia selatan NTT.
Gelombang dengan ketinggian tersebut juga berpotensi terjadi di Laut Jawa bagian barat, tengah dan timur, Selat Makassar bagian Selatan dan tengah, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua, serta Laut Arafuru bagian tengah dan timur.
3. BMKG mengimbau nelayan agar selalu waspada

Ilustrasi nelayan di pantai Depok, Bantul. (IDN Times/Daruwaskita) BMKG juga mengingatkan bahwa potensi gelombang tinggi tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Masyarakat terutama nelayan yang beraktivitas di kawasan pesisir sekitar wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan.
Perahu nelayan perlu diwaspadai ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sedangkan kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Adapun untuk kapal ferry, kondisi yang perlu diwaspadai ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Masyarakat dianjurkan terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari situs resmi BMKG selama periode perkiraan, 5–8 Oktober 2026.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















