ilustrasi pesisir Samudra Hindia (Pixabay.com/GailBotha)
BMKG menyatakan, bibit Siklon Tropis 96W di Laut Cina Selatan dapat memengaruhi kecepatan angin di wilayah sekitarnya. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara, umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-25 knot. Sementara di wilayah selatan, angin bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-30 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan Jawa, dan Laut Natuna Utara. Kondisi ini memicu gelombang setinggi 1.25-2.5 meter di sejumlah wilayah. Area tersebut meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, dan Kepulauan Mentawai.
Gelombang serupa juga berpotensi terjadi di Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat dan tengah, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Arafuru, Laut Seram, Laut Maluku, hingga Samudra Pasifik utara Papua.