Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 3-6 Juli 2026
Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 3–6 Juli 2026.
  • Bibit Siklon Tropis 96W di Laut Cina Selatan memengaruhi pola dan kecepatan angin, memicu gelombang 1,25–2,5 meter di berbagai wilayah perairan.
  • Gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga NTB, BMKG imbau nelayan dan pelaku transportasi laut tingkatkan kewaspadaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
BMKG bilang ombak di laut bisa jadi tinggi sekali, sampai empat meter, dari tanggal tiga sampai enam Juli. Angin di laut kencang banget karena ada angin besar di Laut Cina Selatan. Banyak tempat laut di Indonesia bisa kena ombak tinggi. Orang yang tinggal di pinggir pantai dan nelayan disuruh hati-hati supaya aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter, yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 3 Juli hingga 6 Juli. 

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi tersebut.

1. Gelombang 1,25-2.5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan

ilustrasi pesisir Samudra Hindia (Pixabay.com/GailBotha)

BMKG menyatakan, bibit Siklon Tropis 96W di Laut Cina Selatan dapat memengaruhi kecepatan angin di wilayah sekitarnya. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara, umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-25 knot. Sementara di wilayah selatan, angin bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan Jawa, dan Laut Natuna Utara. Kondisi ini memicu gelombang setinggi 1.25-2.5 meter di sejumlah wilayah. Area tersebut meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, dan Kepulauan Mentawai. 

Gelombang serupa juga berpotensi terjadi di Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat dan tengah, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Arafuru, Laut Seram, Laut Maluku, hingga Samudra Pasifik utara Papua.  

2. Peningkatan gelombang setinggi 2,50-4 meter

Potret orang berjemur di pantai (pexels.com/Wendy Wei)

BMKG juga memperingatkan adanya potensi gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5-4 meter di sejumlah wilayah perairan Samudra Hindia. 

Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat Bengkulu dan Lampung, serta perairan selatan Banten, Jawa Barat, selatan DI Yogyakarta, selatan Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga NTB.

Potensi gelombang tinggi di dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran. 

3. BMKG imbau masyarakat dan nelayan

Potret perahu nelayan di Desa Wisata Les, Buleleng, Bali (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

BMKG pun mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pelaku transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan. Peringatan ini berlaku bagi perahu nelayan dengan kecepatan angin di atas 15 knot dan gelombang lebih dari 1,25 meter, kapal tongkang dengan angin di atas 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter, serta kapal ferry dengan angin di atas 21 knot dan gelombang lebih dari 2,5 meter. 

Semetara itu, kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar diminta waspada saat kecepatan angin melebihi 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article