Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BNPB Pastikan Dukungan Bertahap bagi Warga Huntara Aceh Utara
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto saat meninjau lokasi hunian sementara (huntara) Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (27/2/2026)
  • Pemerintah memastikan dukungan bertahap bagi warga huntara Ulee Rubek Timu, Aceh Utara, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar selama masa transisi darurat menuju pemulihan.
  • Program rehabilitasi dan rekonstruksi disiapkan melalui dokumen R3P senilai Rp27 triliun, menargetkan penyelesaian dalam tiga tahun untuk memulihkan infrastruktur dan ekonomi masyarakat terdampak.
  • BNPB menyalurkan bantuan logistik serta peralatan rumah tangga bagi warga huntara sambil menunggu distribusi lanjutan dari kementerian terkait sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Warga hunian sementara (huntara) Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, mulai bangkit usai bencana yang terjadi pada akhir November 2025. Setelah menempati huntara, para penyintas yang sebelumnya memiliki usaha mandiri berharap dapat segera memulihkan kondisi ekonomi keluarga mereka.

Harapan tersebut disampaikan langsung kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, saat meninjau lokasi, Jumat (27/2/2026). Pemerintah pun memastikan dukungan akan diberikan secara bertahap sesuai dengan fase penanganan bencana yang tengah berjalan.

1. Pemerintah fokus pemenuhan kebutuhan dasar di masa transisi

Ilustrasi - Warga hunian sementara (huntara). (Dok. BNPB)

Kepala BNPB menegaskan saat ini Pemerintah Kabupaten Aceh Utara masih berada dalam status transisi darurat menuju pemulihan. Pada tahap awal ini, pemerintah memprioritaskan kebutuhan dasar para penyintas, terutama hunian yang layak.

BNPB mendorong agar warga tidak lagi tinggal di tenda pengungsian, dan segera menempati huntara, baik yang dibangun secara mandiri maupun terpusat.

“Itu semuanya bertahap ya, bertahap. Karena ini masih transisi darurat. Transisi darurat oleh Pak Bupati ditetapkan 90 hari,“ ujar Kepala BNPB saat berdialog dengan warga huntara, Jumat (27/2/2026)

Di Kecamatan Seunuddon sendiri, sebanyak 264 unit huntara telah rampung dibangun dari total target 333 unit. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah huntara di Desa Ulee Rubek Timu.

2. Rehabilitasi dan rekonstruksi ditargetkan tuntas tiga tahun

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto saat meninjau lokasi hunian sementara (huntara) Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (27/2/2026). (Dok. BNPB)

Memasuki fase berikutnya, pemerintah menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mendukung pemulihan menyeluruh, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak.

Perencanaan untuk Aceh Utara telah disusun dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) dengan pengajuan alokasi anggaran sebesar Rp27 triliun. Dokumen tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan lembaga.

“Target rehabilitasi dan rekonstruksi selesai dalam tiga tahun. Sudah terurai dari 2026, apa yang akan dikerjakan. Selanjutnya pada 2027 dan 2028, apa yang dikerjakan, termasuk anggarannya,” lanjutnya.

BNPB menekankan seluruh proses sudah memasuki tahapan perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan secara bertahap dan terukur.

3. Bantuan logistik dan dukungan lanjutan terus disalurkan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto saat meninjau lokasi hunian sementara (huntara) Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (27/2/2026). (Dok. BNPB)

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kepala BNPB juga kembali menyalurkan bantuan pendukung berupa bahan pokok dan peralatan rumah tangga bagi warga huntara. Bantuan ini diberikan sembari menunggu distribusi perabotan serta jaminan hidup yang akan disalurkan kementerian terkait.

Kegiatan kunjungan di Desa Ulee Rubek Timu ditutup dengan buka puasa bersama warga huntara, mencerminkan kedekatan pemerintah dengan masyarakat terdampak. Selanjutnya, pada Sabtu (28/2/2026), Letjen Suharyanto dijadwalkan bertolak menuju Kabupaten Nagan Raya menggunakan helikopter untuk melanjutkan agenda kerja.

Semangat warga huntara Ulee Rubek Timu menjadi gambaran optimisme penyintas dalam menghadapi masa pemulihan. Dengan dukungan bertahap dari pemerintah, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan sesuai target serta mengembalikan kehidupan masyarakat seperti sediakala.

Editorial Team