Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mendagri Bantah Isu Nenek Diusir dari Hunian Sementara di Aceh Tamiang

Mendagri Bantah Isu Nenek Diusir dari Hunian Sementara di Aceh Tamiang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian (dok. Kemendagri)
Intinya Sih
  • Mendagri Tito Karnavian membantah isu pengusiran nenek dari hunian sementara di Aceh Tamiang, menjelaskan bahwa nenek tersebut berstatus penyewa dan kunci rumah terkait milik anaknya.
  • Pemda menyerahkan unit huntara kepada pemilik rumah asli bernama Datuk, sementara nenek yang sempat viral kini sudah kembali menerima kunci hunian sementaranya pada 24 Februari 2026.
  • BNPB menargetkan seluruh warga terdampak banjir di Sumatra sudah menempati huntara sebelum Idulfitri, dengan progres pembangunan di Aceh baru mencapai sekitar 50 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membantah isu adanya pengusiran terhadap seorang nenek dari hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang. Isu pengusiran itu ramai di media sosial dalam satu pekan terakhir.

Di dalam video yang beredar, tampak seorang nenek berdiri di depan tenda pengungsian berwarna oranye. Nenek itu ditanya apakah kunci yang ia terima untuk menempati huntara telah diambil kembali. Nenek itu pun mengangguk.

Mantan Kapolri itu menjelaskan nenek tersebut sebelumnya menyewa rumah milik seorang Datuk. Setelah terjadi bencana banjir dan tanah longsor pada November 2025, ia tinggal di tenda. Lalu, masuk dan menempati huntara yang dibangun oleh pemerintah.

"Ketika sudah dibangunkan huntara, anaknya juga ada di situ. Ada huntara atas nama anaknya," ujar Tito di kantor Kemendagri pada Kamis (26/2/2026).

Ia mengatakan ketika dilakukan pembagian kunci, nenek itu mengambil unit atas nama anaknya yang disebut bernama Kiki. Lalu, anaknya juga minta kembali unit tersebut.

"Sehingga, kemudian yang dari ibu ini, kuncinya diserahkan kepada anaknya karena anaknya yang punya rumah. Sedangkan, dia menyewa rumah di tempat Datuk itu," tutur dia.

1. Pemda serahkan unit huntara kepada Datuk bukan si nenek

Hunian Sementara Modular (Huntara Modular) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. (Dok. Kementerian PU)
Hunian Sementara Modular (Huntara Modular) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. (Dok. Kementerian PU)

Lebih lanjut Tito mengatakan unit huntara yang menjadi hak Datuk kemudian diserahkan oleh pemda kepada Datuk karena yang bersangkutan adalah pemilik rumah. Tetapi, rumah itu hilang akibat tersapu banjir. Sedangkan, nenek itu sejak awal berstatus sebagai penyewa.

"Makanya Pemda menyerahkan kunci rumah sementara kepada Datuk. Karena ibu (di dalam video) statusnya sejak awal sebagai penyewa," katanya.

Tito pun menyayangkan isu yang beredar di media sosial memberikan persepsi yang keliru. Sebab, persepsi yang terbentuk di ruang publik yaitu nenek itu sudah mendapat kunci huntara tetapi diusir oleh pemda. Padahal, persoalannya tidak seperti itu.

"Jadi sebetulnya masalahnya enggak sesederhana itu. Kunci yang diambil adalah kunci yang punya anaknya," tutur dia.

2. Nenek yang diisukan diusir sudah mendapatkan lagi kunci huntara

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud (Foto: Istimewa)
Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud (Foto: Istimewa)

Sementara, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan nenek tersebut sudah menerima huntara sejak Selasa (24/2/2026). Lokasi huntara yang dihuni berada di Jalan Medan, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Dia sudah menerima kunci. Ini ada tanggalnya, tanggal 24 Februari. Jalan Medan, Banda Aceh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, ini neneknya. Semua di atas melaporkan keterangan dari awal kejadian sampai per hari ini," kata Fadhlullah.

3. BNPB targetkan semua warga terdampak bencana sudah huni huntara sebelum Idulfitri

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto. (Dok. BNPB)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto. (Dok. BNPB)

Sementara, Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menargetkan semua pengungsi banjir Sumatra udah mendapatkan hunian sementara sebelum Idul Fitri. Target awal agar warga terdampak banjir sudah berada di dalam huntara sebelum Ramadan meleset. Itu sebabnya BNPB mengaku terus mengebut pembangunan huntara.

"Huntara di wilayah Sumatra Barat dan Sumatra Utara dipastikan sebelum puasa hari (Kamis) esok yang belum masuk huntara, harus sudah masuk. Kecuali di Aceh (pembangunan huntara) baru 50 persen. Target kami sebelum Lebaran, masyarakat di Aceh sudah masuk ke huntara," ujar Suharyanto ketika mengikuti rapat evaluasi pemulihan banjir di Sumatra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada 18 Februari 2026 lalu.

Ia juga melaporkan perkembangan hunian tetap warga yang terdampak banjir dan rumahnya hilang. Jenderal bintang tiga itu menyebut pembangunan hunian tetap secara terpusat dikerjakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

"Berdasarkan data terbaru, jumlah (rumah hunian tetap) yang sudah ada tanahnya mencapai 16.329 KK," katanya.

Sementara, berdasarkan data dashboard milik BNPB hingga hari ini tertulis jumlah korban meninggal akibat banjir Sumatra masih di angka 1.207 jiwa. Tetapi, jumlah korban itu bisa bertambah karena masih ada 138 jiwa yang dilaporkan hilang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More