Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kebakaran Asrama Putri di Kenya Tewaskan 16 Siswi, 8 Orang Ditahan

Kebakaran Asrama Putri di Kenya Tewaskan 16 Siswi, 8 Orang Ditahan
ilustrasi kebakaran (unsplash.com/Jay Heike)
Intinya Sih
  • Kebakaran di asrama Utumishi Girls Academy, Nakuru County, Kenya, menewaskan 16 siswi dan melukai 79 lainnya saat ratusan pelajar sedang tidur pada dini hari.
  • Pintu lantai dua sempat terkunci saat evakuasi, membuat beberapa siswi melompat dari jendela untuk menyelamatkan diri dari kobaran api yang berlangsung lebih dari dua jam.
  • Sekolah ditutup sementara untuk penyelidikan, delapan siswi ditahan, dan dewan pengurus dibubarkan karena ditemukan pelanggaran aturan keselamatan seperti kapasitas berlebih serta akses keluar terkunci.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kebakaran melanda asrama Utumishi Girls Academy di Nakuru County, Kenya, pada Kamis (28/5/2026) dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan 16 siswi meninggal dunia dan 79 orang lainnya mengalami luka-luka sehingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Api mulai membakar area asrama saat ratusan siswi yang berusia antara 15 hingga 18 tahun tersebut sedang tidur. Saat ini, pihak kepolisian dan pemerintah setempat sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, termasuk mengamankan delapan siswi yang diduga terkait dengan insiden tersebut.

1. Api membakar asrama lebih dari dua jam

Kebakaran di gedung apartemen.
ilustrasi kebakaran di gedung apartemen (unsplash.com/Lai Man Nung)

Kebakaran terjadi di area sekolah yang berjarak sekitar 120 kilometer dari ibu kota Nairobi. Api mulai menyala sekitar pukul 01.00 waktu setempat dan membakar bangunan asrama yang dihuni oleh sekitar 220 siswi selama lebih dari dua jam.

Merespons insiden ini, Palang Merah Kenya (Kenya Red Cross) langsung mengerahkan tim darurat ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada para korban luka.

"Tim pertolongan pertama, petugas ambulans, dan tim pendukung kami sudah berada di lokasi kejadian," kata juru bicara Kenya Red Cross, dilansir Associated Press.

2. Pintu sempat terkunci saat proses evakuasi

ilustrasi kebakaran
ilustrasi kebakaran (pexels.com/Pixabay)

Pihak kepolisian memimpin operasi tanggap darurat di Gilgil setelah api membesar. Petugas berupaya mengamankan area dan mencari para siswi yang berhasil keluar dari area sekolah untuk menyelamatkan diri.

"Karena terkejut dan takut, banyak orang yang lari keluar asrama, apalagi kejadiannya pada malam hari," kata Komandan Polisi Senior Masoud Mwinyi.

Berdasarkan laporan di lapangan, pintu di lantai dua yang menjadi titik awal munculnya api sempat terkunci saat kejadian. Kondisi ini membuat beberapa siswi terpaksa melompat dari jendela untuk menghindari kobaran api.

"Untungnya saya berhasil menemukan anak saya dan dia hanya mengalami luka ringan. Memang banyak anak di lantai atas yang melompat dari balkon untuk menyelamatkan diri," kata warga setempat, Wambui Nderitu.

3. Sekolah ditutup dan delapan pelajar ditahan

Pemadam kebakaran sedang bertugas.
ilustrasi kebakaran mal di Pakistan (unsplash.com/Anthony Maw)

Utumishi Girls Academy ditutup sementara waktu agar pihak kepolisian dapat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menteri Dalam Negeri Kenya, Kipchumba Murkomen, meminta masyarakat untuk tidak membuat asumsi terkait penyebab insiden selama penyelidikan berjalan.

"Saya minta semua pihak bersabar. Kita harus menghindari spekulasi atau rumor tentang penyebab kejadian ini," kata Menteri Murkomen.

Kepolisian Kenya kemudian menahan delapan siswi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Juru bicara Direktorat Investigasi Kriminal Kenya, John Marete, memastikan proses pemeriksaan masih terus berlangsung.

"Penyelidik kami sudah melakukan tanya jawab secara menyeluruh dengan para siswi, guru, dan saksi mata lainnya," kata Marete.

Buntut dari kejadian ini, Dewan Pengurus Utumishi Girls Academy resmi dibubarkan. Keputusan ini diambil setelah pemeriksaan awal menemukan adanya pelanggaran aturan keselamatan sekolah, seperti kapasitas asrama yang berlebih dan akses pintu keluar yang terkunci.

"Dewan Pengurus Utumishi Girls Academy telah dibubarkan karena gagal memastikan aturan keselamatan sekolah dan pendidikan dasar berjalan dengan baik," kata Menteri Pendidikan Kenya, Julius Migos Ogamba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More