Bogor, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor kini munculkan cara baru lewat uji coba penyajian makanan secara prasmanan.
Ini merupakan penyajian prasmanan perdana yang dilakukan di SDN Cibalagung 5, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Cara ini diklaim jauh lebih efektif menekan angka sisa makanan sekaligus meminimalisasi risiko keracunan pada siswa dibandingkan sistem kotak wadah atau ompreng.
Melihat di beberapa wilayah Indonesia, MBG juga menimbulkan sisa makanan yang terbuang dan sebagian didaur ulang.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, menyebutkan sekitar 110 hingga 150 porsi makanan disajikan setiap harinya khusus untuk siswa kelas 5 dan 6 di Sekolah tersebut.
"Tingkat sisa makanannya sangat kecil, hampir semua siswa menghabiskan makanannya. Memang ini menjadi upaya kita dalam rangka mengurangi terjadinya kejadian keracunan makanan, karena memang potensi makanan tidak segar itu hampir tidak ada," jelas Haidir.
