Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPJS Ketenagakerjaan Perluas Manfaat Santunan Lewat Program PEKA
BPJS Ketenagakerjaan memperluas manfaat program jaminan sosial melalui pendekatan Value Beyond Protection. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)
  • BPJS Ketenagakerjaan memperluas manfaat jaminan sosial melalui pendekatan Value Beyond Protection agar santunan dapat menjadi modal membangun kemandirian ekonomi keluarga peserta.
  • Program PEKA diluncurkan untuk melatih 80 ahli waris di Surabaya Raya dalam kewirausahaan, pengemasan produk, dan promosi digital guna meningkatkan produktivitas serta kemandirian ekonomi.
  • Hingga Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan manfaat Rp29,53 triliun kepada lebih dari 2,3 juta penerima, mencerminkan transformasi layanan menuju perlindungan yang memberdayakan dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) untuk memperluas manfaat santunan agar dapat menjadi modal usaha bagi ahli waris peserta jaminan sosial.
  • Who?
    Program ini dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan di bawah kepemimpinan Direktur Utama Saiful Hidayat, bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo serta didukung anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia.
  • Where?
    Kegiatan pelatihan PEKA berlangsung di Sidoarjo, mencakup peserta dari lima kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan wilayah Surabaya Raya, Jawa Timur.
  • When?
    Kegiatan soft launching Program PEKA dilaksanakan pada tahun 2026 sebagai bagian dari implementasi Rencana Strategis BPJS Ketenagakerjaan 2027–2031.
  • Why?
    Program ini bertujuan agar santunan yang diterima ahli waris tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menjadi sarana membangun kemandirian ekonomi keluarga setelah menghadapi risiko kerja atau kehilangan anggota keluarga.
  • How?
    Penerima manfaat mengikuti pelatihan kewirausahaan bertema kemasan dan promosi digital untuk meningkatkan daya saing produk, disertai penyaluran simbolis manfaat JKK, JKM, dan beasiswa senilai hampir Rp967 juta kepada tiga ahli waris.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – BPJS Ketenagakerjaan memperluas manfaat program jaminan sosial melalui pendekatan Value Beyond Protection. Melalui strategi tersebut, santunan yang diterima peserta maupun ahli waris tidak hanya diberikan sebagai bentuk perlindungan, tetapi juga diharapkan menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi BPJS Ketenagakerjaan dalam Rencana Strategis 2027–2031, yang menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu manfaat lanjutan dari program jaminan sosial ketenagakerjaan.

1. BPJS Ketenagakerjaan ingin santunan menjadi modal membangun usaha

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan jaminan sosial kini tidak hanya diukur dari besarnya santunan yang dibayarkan, tetapi juga dari dampaknya dalam membantu keluarga peserta kembali mandiri setelah menghadapi risiko.

"Hari ini kami menghadirkan pelatihan pemberdayaan bagi 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja di wilayah Surabaya Raya. Kami ingin memastikan bahwa perlindungan tidak berhenti ketika manfaat dibayarkan, tetapi berlanjut melalui peningkatan kapasitas agar ahli waris mampu bangkit, mandiri, dan membangun masa depan yang lebih baik," katanya.

Menurut Saiful, santunan seharusnya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi modal membangun sumber penghasilan baru.

"Kami berharap santunan yang diterima tidak berhenti sebagai dana konsumtif, tetapi menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri. Karena itu, setelah manfaat diberikan, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Program Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan (PEKA) sebagai sarana meningkatkan produktivitas ahli waris melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, hingga pemasaran. Kami ingin mereka memiliki bekal untuk membangun usaha yang berkelanjutan," ujar Saiful.

2. Program PEKA latih ahli waris mengembangkan usaha

BPJS Ketenagakerjaan memperluas manfaat program jaminan sosial melalui pendekatan Value Beyond Protection. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)

Sebagai implementasi pendekatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menggelar Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) di Sidoarjo.

Sebanyak 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dari lima kantor cabang di Surabaya Raya mengikuti pelatihan bertema "Membangun Daya Tarik Produk Melalui Kemasan dan Promosi Digital".

Pelatihan yang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo Kementerian Ketenagakerjaan RI itu membekali peserta dengan kemampuan mengembangkan produk, memperbaiki kemasan, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk mengembangkan usaha.

Saiful menjelaskan, Program PEKA merupakan implementasi strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yakni Coverage, Care, dan Credibility, khususnya melalui pilar Care yang memperluas manfaat perlindungan menjadi pemberdayaan ekonomi.

"Pelaksanaan hari ini merupakan soft launching Program PEKA. Ke depan, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja, tetapi juga akan diperluas kepada pekerja yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) sebelum menerima manfaat Jaminan Hari Tua melalui kolaborasi dengan perusahaan pemberi kerja. Harapannya, semakin banyak pekerja dan keluarganya yang memiliki bekal untuk tetap produktif, mandiri, dan sejahtera setelah memasuki fase kehidupan berikutnya," kata Saiful.

3. Nilai manfaat BPJS Ketenagakerjaan terus meningkat

BPJS Ketenagakerjaan memperluas manfaat program jaminan sosial melalui pendekatan Value Beyond Protection. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)

Pada kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan manfaat JKK, JKM, dan beasiswa secara simbolis kepada tiga ahli waris dengan total nilai hampir Rp967 juta.

Anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia, menilai transformasi layanan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa perlindungan sosial kini tidak berhenti pada pembayaran santunan, tetapi juga membantu ahli waris membangun masa depan.

"Berapapun nilai santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan tidak akan pernah dapat menggantikan kehadiran anggota keluarga yang telah berpulang. Namun kehidupan harus terus berjalan. Saya yakin setiap peserta tentu menginginkan keluarganya tetap sejahtera. Karena itu, selain memberikan manfaat JKK, JKM, maupun beasiswa, BPJS Ketenagakerjaan juga menghadirkan pelatihan kemandirian agar ahli waris memiliki bekal membangun masa depan yang lebih baik," ujar Indah

Hingga Juni 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur telah menyalurkan manfaat sebesar Rp3,8 triliun kepada 331.199 penerima manfaat, meningkat sekitar Rp700 miliar dibandingkan Mei 2026. Sementara secara nasional, hingga Mei 2026 BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat sebesar Rp29,53 triliun kepada lebih dari 2,3 juta penerima manfaat, serta menyalurkan beasiswa kepada 61.661 anak peserta.

Saiful menegaskan pendekatan Value Beyond Protection menjadi arah baru BPJS Ketenagakerjaan agar perlindungan sosial tidak hanya memberikan rasa aman saat risiko terjadi, tetapi juga mampu menciptakan keluarga pekerja yang lebih tangguh, produktif, dan mandiri.

"Inilah makna Value Beyond Protection. Kami ingin memastikan setiap manfaat yang diberikan tidak hanya menghadirkan rasa aman ketika risiko terjadi, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya secara berkelanjutan," pungkasnya. (WEB)

Curated For You

Editorial Team

Related Article