Bermacet-Macetan ke Puncak saat Liburan Sekolah, Kok Gak Kapok?

- Warga Jabodetabek tetap memadati kawasan Puncak saat libur sekolah meski harus terjebak kemacetan panjang, terutama di Tol Jagorawi arah Jakarta pada Minggu sore.
- Data Satlantas Polres Bogor mencatat lonjakan volume kendaraan menuju Puncak mencapai 11,11 persen dibanding hari sebelumnya, dengan total lebih dari 51 ribu unit melintas GT Ciawi.
- Polisi menerapkan sistem satu arah dari Puncak ke Jakarta sejak pukul 12.00 WIB untuk mengurai arus balik wisatawan dan mengimbau pengendara menjaga keselamatan serta kondisi kendaraan.
Bogor, IDN Times – Puncak, Kabupaten Bogor, memang selalu diburu wisatawan setiap akhir pekan. Apalagi saat libur sekolah seperti sekarang ini. Warga Jakarta dan sekitarnya berbondong-bondong liburan ke Puncak.
Sangat tepat memang berlibur ke alam, selain memberikan edukasi alam pada anak-anak, sekaligus mencari udara segar di tengah polusi udara yang kian parah di sekitar Jabodetabek.
Tak heran warga Jakarta dan sekitarnya rela bermacet-macetan. Gak ada kapoknya liburan ke Bogor. Kemacetan di kawasan Puncak di tiap akhir pekan dianggap lumrah. Hal biasa terjadi tiap akhir pekan. Mungkin bagi sebagian orang karena tak ada pilihan berwisata ke alam selain Puncak. Subang dan Anyer terlalu jauh. Kepulauan Seribu juga harus antre kapal.
Jarak Jakarta-Bogor juga cukup dekat, ditunjang transportasi umum yang relatif memadai. Masyarakat bisa menumpang kereta listrik dari Jakarta ke Bogor. Kini, warga ibu kota juga bisa menikmati tumpangan TransJakarta Bogor-Blok M.
Tak sedikit pula warga memakai kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan minibus. Konvoi komunitas motor juga jadi pemandangan biasa di Jalan Raya Bogor setiap akhir pekan.
Dan kabar baiknya, libur sekolah serentak, sehingga macetnya makin berjamaah di kawasan Puncak. Memang, sejak kepolisian menerapkan one way, kemacetan di kawasan Puncak lumayan terobati. Tapi muncul 'penyakit' baru di Tol Jagorawi arah Jakarta saat bubaran wisata akhir pekan. Minggu sore wisatawan serentak pulang ke Jakarta dan sekitarnya.
Berikut pengalaman IDN Times bersama komunitas family camping PPC (Penunggu Pohon Cherry) saat terjebak kemacetan berjam-jam di Tol Jagorawi arah Jakarta, Minggu, 5 Juli 2026.
1. Terjebak berjam-jam di Tol Jagorawi

Prasetyo, anggota komunitas PPC mengalami perjalanan panjang sekitar lima jam dari Cijeruk ke Bekasi Utara, usai berkemah bareng keluarganya. Padahal, ia biasanya menempuh perjalanan cuma dua jam dari Bogor.
Prasetyo bersama enam keluarga lainnya turun dari camping ground di Cijeruk, Kabupaten Bogor, sekitar jam empat sore, untuk mengurangi kemacetan. Kenyataannya malah sebaliknya. Ia bersama komunitas PPC terjebak kemacetan berjam-jam di Tol Jagorawi, hingga terjadi drama kecil.
"Istri saya harus nahan buang air besar pas kena macet," ujar ayah tiga anak itu kepada IDN Times.
Prasetyo heran kemacetan yang ia alami Tol Jagorawi semalam tak seperti biasanya. Kendaraan benar-benar tak bisa bergerak. Khususnya jelang Rest Area KM 38 B dan Rest Area KM 21 B. Kendaraan benar-benar mulai terurai mendekati arah Cibubur.
"Cuma gw penasaran deh, kenapa ada momen stuck gak gerak sama sekali? Padahal biasanya gerak-gerak dikit minimal. Tapi yang gak habis pikir kenapa macet di situ selalu terjadi, tapi gak ada solusi," ujar pria yang akrab disapa Tyo.
Senasib, Nana, warga Kota Tangerang, Banten, juga harus mengalami perjalanan lebih lama. Hampir enam jam perjalanan dari Cijeruk, Bogor, ke Tangerang, akibat terjebak kemacetan di Tol Jagorawi. Padahal biasanya dia cuma butuh waktu 1,5 sampai 2 jam melalui Tol Cinere.
"Kata temen gw kemaren naik motor juga Puncak gak gerak, karena libur sekolah kan," ujarnya.
Tak hanya itu, Dimas yang begadang semalam saat camping juga terpaksa bergantian menyetir dengan istrinya. Warga Bekasi Utara itu menyebut ada bus TNI mogok hingga rombongan kendaraan lain ikut berhenti.
"Bus TNI mogok. Jadi rombongan ikut berhenti beberapa bus sama tronton," ujar pengusaha bus itu.
IDN Times sendiri biasanya menempuh perjalanan sekitar satu jam dari kawasan Puncak ke Cibubur, tapi kemarin menempuh selama empat jam, akibat kemacetan di Tol Jagorawi.
Sementara, dari pantauan kami, banyak penumpang turun dari mobil, karena kendaraan benar-benar berhenti. Sebagian pengemudi juga mematikan AC mobil, khawatir kehabisan bahan bakar.
Bersyukurnya, anak-anak kami sudah lelah bermain selama camping, jadi mereka terlelap sepanjang kemacetan. Alhasil, drama-drama kecil di perjalanan sedikit berkurang. Cuma dengkul pegal, karena kaki harus bolak balik injak kopling.
Sebenarnya kami sudah coba antisipasi sebelum kami terjebak macet di Jagorawi. Salah satu anggota PPC ada yang kebetulan pulang lebih dulu, sehingga bisa memantau situasi lalu lintas.
"Ya, kata Dimas (anggota PPC) kan udah gak macet, makanya kita turun," ujar Nana.
Belakangan, komunitas PPC juga memilih kawasan Cijeruk untuk menghindari kemacetan. Berkemah di kawasan Puncak sekarang bisa dihitung jari, kecuali jika terpaksa.
Bagi komunitas PPC, memang tidak banyak pilihan. Camping saat liburan sekolah terdekat dari Jakarta, ya di kawasan Puncak dan sekitarnya. Sesekali memang mereka camping ke daerah yang jauh seperti Pulau Seribu, Anyer, Subang, hingga Bandung. Tak ada kapoknya camping di kawasan Puncak, meski harus bermacet-macetan!
2. Volume kendaraan arah Puncak meningkat 11 persen

Arus lalu lintas menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, memang mengalami peningkatan signifikan pada momen libur sekolah, Minggu (5/7/2026). Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor, puluhan ribu kendaraan memadati jalur lintas Jakarta-Cianjur tersebut hingga sore hari.
Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, mengonfirmasi lonjakan volume kendaraan tersebut berdasarkan rilis data yang dihimpun hingga pukul 15.00 WIB.
"Total kendaraan yang telah melewati GT Ciawi tercatat sebanyak 51.944 unit. Angka ini meningkat 3.013 unit atau 6,16 persen dibanding hari sebelumnya, Sabtu (4 Juli 2026)," terang Iptu Afif saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).
Afif memaparkan, kendaraan yang melintas dari arah Jakarta melalui Gerbang Tol Ciawi menuju Puncak menunjukkan tren lonjakan dibandingkan hari sebelumnya.
"Sampai dengan pukul 15.00 WIB, sebanyak 32.951 unit kendaraan melintas dari arah Jakarta melewati GT Ciawi ke arah Puncak. Ini meningkat sebesar 3.294 unit atau 11,11 persen dibandingkan hari Sabtu," jelasnya.
Sebaliknya, Afif mengungkapkan, kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta justru mengalami penurunan tipis, yakni sebanyak 18.993 unit, menurun sebesar 287 unit atau 1,49 persen dibanding hari kemarin.
3. Polisi terapkan one way arah Jakarta sejak tengah hari

Guna mengurai kepadatan lalu lintas, terutama arus balik wisatawan yang hendak kembali menuju Jakarta, Satlantas Polres Bogor telah menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way). Rekayasa ini diberlakukan untuk memprioritaskan kendaraan yang turun dari arah Puncak menuju Jakarta.
"Saat ini diterapkan one way dari Puncak menuju ke Jakarta sejak pukul 12.00 WIB," tambah dia.
Menghadapi tingginya kepadatan arus lalu lintas, Afif mengimbau para pengguna jalan untuk selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Kepolisian mengingatkan pentingnya kesiapan fisik pengendara maupun kondisi kendaraan, mengingat jalur Puncak yang memiliki karakteristik tanjakan dan turunan curam.
"Bagi pengendara diimbau mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam berkendara, ikuti arahan petugas di lapangan, dan pastikan kendaraan dalam keadaan prima," pungkasnya.



















