Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BRIN Bakal Uji Coba Singkong untuk Padamkan Karhutla, Pakai Bahan Impor
Kepala BRIN, Arif Satria hadir berpose dalam sesi potrait Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • BRIN akan menguji singkong sebagai alat untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

  • Campuran singkong membutuhkan Ammonium Polyphosphate atau APP yang harus diimpor.

  • Uji coba dilakukan di tanah milik BRIN untuk mengukur kecepatan dan efektivitas pemadaman pada area lebih luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (20/10/2026)

Arif Satria menyampaikan bahwa BRIN akan menguji singkong sebagai alat untuk memadamkan karhutla. Ia menyampaikan pernyataan itu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

minggu ini

BRIN dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan uji coba singkong yang telah menggunakan bahan campuran.

saat ini

BRIN sedang mempersiapkan uji coba lapangan. Kebutuhan produksi juga sedang dihitung.

sekarang

Pengujian akan dilakukan pada luasan yang lebih besar di tanah milik BRIN setelah sebelumnya dicoba pada area yang lebih kecil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BRIN akan melakukan uji coba singkong sebagai alat untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
  • Who?
    Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan rencana uji coba tersebut.
  • Where?
    Pengujian dilakukan di tanah milik BRIN, sedangkan pernyataan Arif disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
  • When?
    Arif menyampaikan hal itu pada Selasa (20/10/2026), saat BRIN mempersiapkan uji coba lapangan.
  • Why?
    Untuk mengetahui seberapa cepat dan efektif singkong yang dicampur APP dalam memadamkan api.
  • How?
    Singkong dicampur Ammonium Polyphosphate (APP), kemudian diuji pada area yang lebih besar di tanah BRIN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BRIN mau mencoba singkong untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Arif Satria bilang singkong itu perlu dicampur bahan bernama APP yang harus diimpor. Sekarang BRIN sedang menyiapkan uji coba di tanah miliknya. Mereka ingin melihat seberapa cepat dan efektif singkong itu memadamkan api.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rencana uji coba ini menunjukkan BRIN sedang menyiapkan pendekatan berbahan singkong untuk pemadaman karhutla. Pengujian dilakukan secara bertahap di tanah milik BRIN, dengan pengukuran terhadap kecepatan dan efektivitas pemadaman. Langkah tersebut memberi ruang bagi BRIN untuk menghitung kebutuhan produksi sebelum penerapan pada area yang lebih luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengatakan lembaganya mau melakukan uji coba singkong sebagai alat untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, bahan campuran singkong untuk memadamkan api harus diimpor terlebih dulu.

“Soal singkong ini, kan ada bahan baku yang memang harus diimpor dan kemudian barang yang sudah ada, insyaallah sekarang kita ke lapangan minggu ini,” ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/10/2026).

1. Pakai bahan tambahan APP

Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Arif menjelaskan, singkong nantinya dicampurkan dengan bahan tambahan seperti Ammonium Polyphosphate (APP). Bahan tersebut merupakan senyawa kimia untuk menghambat api

"Jadi ada APP yang memang harus diimpor untuk mencampur singkong itu, supaya tidak menggumpal,” kata dia.

2. Bakal uji coba lapangan

Kepala BRIN Arif Satria (tengah) di Kupang, NTT. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Menurut Arif, BRIN saat ini sedang mempersiapkan uji coba lapangan. Apabila proses uji coba selesai, dibutuhkan produksi yang masif.

“Memang lagi dihitung ini sekarang ini. Karena memang untuk produksi itu kan butuh, butuh waktu, ya,” ucap dia.

3. Pengujian dilakukan di tanah milik BRIN

Head of the National Research and Innovation Agency (BRIN), Arif Satria dalam penghargaan Inspiring Newsmaker 2025 pada acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Lebih lanjut, Arif mengatakan, pengujian dilakukan di tanah milik BRIN. Tujuannya untuk mengetahui seberapa cepat dan efektif pemadamannya.

“Ya, kita akan coba kan selama ini kan baru dicoba di tanah, di tanah BRIN ya, di tanah yang ada di tanah yang luasnya baru sekecil. Nah, sekarang kita coba untuk luasan yang lebih besar lagi,” ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article