Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BRIN Punya Tiga Calon Vaksin Malaria, Prabowo Minta Segera Riset

2 min read
BRIN Punya Tiga Calon Vaksin Malaria, Prabowo Minta Segera Riset
Kepala BRIN, Arif Satria. (IDN Times/Imam Faishal)
  • BRIN mengembangkan tiga kandidat vaksin malaria untuk mendukung kemandirian Indonesia dalam penyediaan vaksin dan obat-obatan.

  • Presiden Prabowo meminta riset terhadap ketiga kandidat dilanjutkan, dengan satu kandidat telah memasuki tahap praklinis.

  • BRIN akan berkoordinasi dengan BPOM, Kementerian Kesehatan, dan PT Bio Farma untuk mendukung pengembangan vaksin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan tiga kandidat vaksin malaria. Presiden Prabowo Subianto telah meminta BRIN melanjutkan penelitian tersebut untuk mendukung kemandirian Indonesia dalam pengembangan vaksin dan obat-obatan.

Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan, pengembangan vaksin malaria menjadi salah satu fokus riset yang mendapat perhatian pemerintah. Menurut dia, ketersediaan vaksin hasil penelitian dalam negeri penting untuk memperkuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan kesehatan secara mandiri.

  1. 1. Presiden Prabowo minta segera riset

    Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
    Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

    Arif mengatakan, Presiden Prabowo telah memberikan arahan kepada BRIN untuk melakukan riset lebih lanjut terhadap ketiga kandidat vaksin tersebut. Arif menilai pengembangan vaksin malaria memiliki arti penting bagi upaya memperkuat kemandirian nasional di bidang kesehatan, terutama dalam penyediaan vaksin dan obat-obatan.

    “Dan Bapak Presiden juga sudah memerintahkan kepada BRIN untuk melakukan riset terkait dengan eh vaksin ini karena bagaimanapun juga vaksin malaria itu sangat penting sekali karena untuk kemandirian vaksin maupun kemandirian obat-obatan itu. Jadi insyaallah ini vaksin terus berjalan,” ucap dia.

  2. 2. Masih pada tahap pembuktian konsep

    Kepala BRIN, Arif Satria hadir berpose dalam sesi potrait Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
    Kepala BRIN, Arif Satria hadir berpose dalam sesi potrait Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

    Meski demikian, ketiga kandidat vaksin malaria tersebut masih berada pada tahapan penelitian yang berbeda. Arif mengatakan, satu kandidat telah memasuki tahap praklinis, sedangkan kandidat lainnya masih berada pada tahap proof of concept atau pembuktian konsep. Tahapan ini diperlukan untuk menilai potensi kandidat sebelum pengembangan dilanjutkan ke proses berikutnya.

    “Ini vaksin malaria ya tentu masih butuh waktu ya, karena kita sudah ada satu yang sudah masuk tahap praklinis. Tapi yang sebagian masih proof of concept,” kata dia.

  3. 3. BRIN akan kerja sama dengan BPOM dan Bio Farma

    Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
    Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

    Arif memperkirakan, kandidat yang masih berada pada tahap pembuktian konsep membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk melanjutkan proses pengembangannya.

    Sementara itu, BRIN berupaya mempercepat kandidat yang sudah memasuki tahap praklinis. Untuk mendukung proses tersebut, BRIN akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, serta PT Bio Farma.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More