Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BRIN Punya Tiga Calon Vaksin Malaria, Prabowo Minta Segera Riset
Kepala BRIN, Arif Satria. (IDN Times/Imam Faishal)
  • BRIN mengembangkan tiga kandidat vaksin malaria untuk mendukung kemandirian Indonesia dalam penyediaan vaksin dan obat-obatan.

  • Presiden Prabowo meminta riset terhadap ketiga kandidat dilanjutkan, dengan satu kandidat telah memasuki tahap praklinis.

  • BRIN akan berkoordinasi dengan BPOM, Kementerian Kesehatan, dan PT Bio Farma untuk mendukung pengembangan vaksin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (21/10/2026)

Arif Satria menyampaikan bahwa BRIN memiliki tiga kandidat vaksin malaria. Ia juga menyebut Presiden Prabowo telah memerintahkan riset lebih lanjut terhadap kandidat tersebut.

sekitar dua tahun

Kandidat yang masih berada pada tahap pembuktian konsep diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk melanjutkan proses pengembangannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BRIN mengembangkan tiga kandidat vaksin malaria dan melanjutkan riset terhadap kandidat tersebut.
  • Who?
    BRIN, Presiden Prabowo Subianto, Arif Satria, BPOM, Kementerian Kesehatan, dan PT Bio Farma.
  • Where?
    Pengembangan riset dilakukan oleh BRIN; keterangan disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
  • When?
    Arif menyampaikan keterangan tersebut pada Selasa (21/10/2026).
  • Why?
    Untuk mendukung kemandirian Indonesia dalam pengembangan vaksin dan obat-obatan.
  • How?
    BRIN melakukan riset lanjutan, mempercepat kandidat yang sudah praklinis, serta berkoordinasi dengan BPOM, Kementerian Kesehatan, dan PT Bio Farma.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BRIN sedang membuat tiga calon vaksin untuk malaria. Presiden Prabowo meminta penelitian itu diteruskan. Satu calon vaksin sudah masuk tahap praklinis, tetapi yang lain masih diuji untuk melihat apakah bisa dikembangkan. BRIN juga akan bekerja sama dengan BPOM, Kementerian Kesehatan, dan PT Bio Farma.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengembangan tiga kandidat vaksin malaria menunjukkan adanya riset dalam negeri yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia. Prosesnya juga melibatkan koordinasi BRIN dengan BPOM, Kementerian Kesehatan, dan PT Bio Farma, sehingga setiap kandidat dapat menjalani tahapan penelitian sesuai kebutuhan pengembangannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan tiga kandidat vaksin malaria. Presiden Prabowo Subianto telah meminta BRIN melanjutkan penelitian tersebut untuk mendukung kemandirian Indonesia dalam pengembangan vaksin dan obat-obatan.

Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan, pengembangan vaksin malaria menjadi salah satu fokus riset yang mendapat perhatian pemerintah. Menurut dia, ketersediaan vaksin hasil penelitian dalam negeri penting untuk memperkuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan kesehatan secara mandiri.

1. Presiden Prabowo minta segera riset

Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Arif mengatakan, Presiden Prabowo telah memberikan arahan kepada BRIN untuk melakukan riset lebih lanjut terhadap ketiga kandidat vaksin tersebut. Arif menilai pengembangan vaksin malaria memiliki arti penting bagi upaya memperkuat kemandirian nasional di bidang kesehatan, terutama dalam penyediaan vaksin dan obat-obatan.

“Dan Bapak Presiden juga sudah memerintahkan kepada BRIN untuk melakukan riset terkait dengan eh vaksin ini karena bagaimanapun juga vaksin malaria itu sangat penting sekali karena untuk kemandirian vaksin maupun kemandirian obat-obatan itu. Jadi insyaallah ini vaksin terus berjalan,” ucap dia.

2. Masih pada tahap pembuktian konsep

Kepala BRIN, Arif Satria hadir berpose dalam sesi potrait Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Meski demikian, ketiga kandidat vaksin malaria tersebut masih berada pada tahapan penelitian yang berbeda. Arif mengatakan, satu kandidat telah memasuki tahap praklinis, sedangkan kandidat lainnya masih berada pada tahap proof of concept atau pembuktian konsep. Tahapan ini diperlukan untuk menilai potensi kandidat sebelum pengembangan dilanjutkan ke proses berikutnya.

“Ini vaksin malaria ya tentu masih butuh waktu ya, karena kita sudah ada satu yang sudah masuk tahap praklinis. Tapi yang sebagian masih proof of concept,” kata dia.

3. BRIN akan kerja sama dengan BPOM dan Bio Farma

Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Arif memperkirakan, kandidat yang masih berada pada tahap pembuktian konsep membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk melanjutkan proses pengembangannya.

Sementara itu, BRIN berupaya mempercepat kandidat yang sudah memasuki tahap praklinis. Untuk mendukung proses tersebut, BRIN akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, serta PT Bio Farma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article